Ini Data Kerugian Akibat Bencana Banjir dan Longsor di Pasaman
  • Home
  • Berita
  • Ini Data Kerugian Akibat Bencana Banjir dan Longsor di Pasaman

Ini Data Kerugian Akibat Bencana Banjir dan Longsor di Pasaman

Bencana banjir dan longsor di daerah Pasaman. (riki)

PASAMAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman mencatat sekitar 270 hektare sawah masyarakat rusak akibat banjir dan longsor yang melanda 11 kecamatan di Kabupaten Pasaman. Selain itu, juga ada 300 unit kolam ikan milik masyarakat yang hanyut dilanda banjir, sehingga menyebabkan puluhan ton ikan juga hanyut terbawa arus banjir.

Menurut Kepala BPBD Pasaman, Masfet Kenedy, pihaknya juga mencatat ada sebanyak enam unit rumah yang hanyut terbawa arus saat banjir.

Banjir dan tanah longsor yang terjadi di Pasaman beberapa waktu lalu, katanya, juga merusak tiga unit jembatan gantung, tiga unit rajang dan tiga unit jembatan beton dan saluraj irigasi.

“Saat ini, kita masih menghitung jumlah kerugian secara detail dan rencana penetapan tanggap darurat. Kemudian, kita akan menghitung Rencana Kebutuhan Biaya (RKB) untuk rehabilitasi dan rekonstruksi,” katanya, Selasa (16/10).

Dia mengatakan, hingga saat ini bantuan logistik untuk para korban bencana banjir dan tanah longsor tersebut juga telah dilakukan oleh Pemkab Pasaman.

“Bantuan logistik telah kita berikan kepada masyarakat korban bencana banjir dan tanah longsor itu. Selain itu, bantuan juga mengalir dari maayarakat dan komunitas yang peduli terhadap korban tersebut,” katanya.

Sebelumnya, akibat curah hujan yang tinggi, membuat 11 kecamatan di Pasaman dilanda bencana banjir dan longsor. Adapun 11 kecamatan tersebut yakni Kecamatan Tigo Nagari, Bonjol, Lubuk Sikaping, Panti, Duo Koto, Padang Gelugur, Rao Selatan, Rao, Rao Utara, Mapat Tunggul dan Mapat Tunggul Selatan. (riki)

Berita Terkait

Leave a Reply