
AGAM – Pelaksanaan shalat Idul Adha 1438 H di halaman kantor Bupati Agam, Jumat (1/9) berjalan dengan hikmat. Di hari raya kurban tersebut, Bupati Agam, Indra Catri mengajak seluruh masyarakat untuk menghayati makna Idul Adha yakni membina persaudaraan, mengamalkan nilai kepekaan dan kependulian antar sesama.
Bertindak sebagai Khatib shalat Idul Adha Khatib DR. Zaim Rais, Dosen IAIN Imam Bonjol Padang dan Imam, Ali Amran, S.Pdi, qori Sumbar. Ikut bergabung bersama bupati, jajaran Forkopimda Pemkab Agam dan Kepala OPD.
“Di pagi yang cerah yang penuh rasa persaudaraan dan kebahagiaan, atas nama Pemerintah Daerah, pribadi dan keluarga kami mengucapkan selamat Idul Adha kepada seluruh masyarakat Agam dimanapun berada,” kata Indra Catri.
Pada kesempatan itu, Bupati mengajak seluruh umat muslim untuk dapat menghayati dan menjalankan pesan Idul Adha yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan istri Siti Hajar serta anaknya Nabi Ismail AS yang telah meletakkan dasar-dasar yang fundamental melalui pelaksanaan ibadah haji dan penyembelihan hewan kurban.
“Saya berharap apa yang diajarkan itu mampu menjadi tuntunan bagi masyarakat dalam menunaikan rukun Islam yang ke lima dan ikut berkurban,” ujarnya.
Apa yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS, menurut Bupati, merupakan kepatuhan dan pengorbanan yang tiada tara atas perintah Allah dimana jiwa dan ragapun siap dikorbankan. Seperti yang ditunjukkan Nabi Ismail AS sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah SWT dan hormat terhadap orang tua.
“Semoga kita mampu menunjukkan semangat keimanan yang semakin meningkat,” ucapnya.
Idul Adha tambah Indra Catri, memiliki hikmah dua dimensi, yakni ritual semata-mata memenuhi perintah Allah dan Rasul seperti dicontohkan Nabi Ibrahim sekalipun harus menyembelih putranya Nabi Ismail AS. Yang kedua adalah dimensi sosial dimana daging kurban yang diberikan dapat menjadi perekat antara si kaya dan si miskin. Untuk itu, Bupati mengajak semangat persaudaraan dan kepedulian antar sesama itu dapat terus diamalkan.
“Idul Adha memiliki makna membina persaudaraan, mengamalkan nilai kepekaan dan kependulian antar sesama anggota masyarakat. Untuk itu, kami mengajak bagi masyarakat yang mampu untuk berkurban membangun keikhlasan saling bantu dan kerjasama mewujudkan kerukunan antara sesama umat beragama,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, tak lupa Bupati juga mendoakan seluruh jemaah haji di dunia, khususnya yang berasal dari Agam yang saat ini sedang wukuf di Arafah dalam keadaan sehat dan walafiat sehingga dapat menjalankan rukun haji secara sempurna dan saat kembali dapat menyandang predikat haji yang mambrur.
Sementara itu, khatib DR. Zaim Rais dalam tausiahnya menjelaskan pentingnya takbir Idul Adha. Di dalamnya terkandung 3 makna, yakni Allah yang paling besar. Untuk itu, umat manusia harus menanggalkan sifat kesombongan, makna kedua manusia tidak boleh mengatur jarak antara satu dan yang lain secara strata dan yang terakhir bisa menjalin hubungan baik dengan siapa saja.
Khatib juga mengingatkan kepada semua umat muslim untuk peduli dengan kaum dhuafa dengan cara berinfaq karena harta adalah amanah yang dititipkan Allah, maka gunakanlah untuk kepentingan agama Allah.
Terakhir, Khatib berpesan kepada umat muslim jangan sampai larut dalam ritual Idul Adha semata. Yang terpenting memahami pesannya dari Hari Raya Kurban tersebut, dimana Allah ingin mendidik umat manusia untuk memotong sifat kebinatangan yang melekat pada diri, memotong kebiasaan hidup yang acap kali tidak peduli terhadap orang lain.
“Semoga kita dapat memaknai Idul Adha ini dengan baik dan menjadi manusia yang husnul khotimah,” pungkasnya. (fajar)






