
PADANG – Kontribusi lintas sektoral Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) mutlak diperlukan dalam pengembangan pariwisata. Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPKD) menuntut kerja sama antar OPD.
Hal itu ditegaskan Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Hidayat, menyoal pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) perubahan Perda nomor 3 tahun 2014 tentang RIPKD. Muatan RIPKD tersebut memberikan acuan pembangunan pariwisata Sumatera Barat ke depan.
“Pariwisata Sumbar ke depan, sesuai dengan acuan RIPKD yang tengah direvisi, menuntut peran lintas sektoral. Tidak bisa jalan sendiri,” kata Hidayat, Jumat (23/8/2019).
Isu strategis pembangunan pariwisata berkelanjutan berbasis adat dan budaya, mitigasi bencana serta bertujuan untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk mencapai hal ini, tentu saja menuntut peran seluruh OPD.
Dia meminta, untuk anggaran tahun 2019, seluruh OPD bisa menyusun program kegiatan yang mengarah kepada penunjang pariwisata tersebut. Seperti sarana prasarana infrastruktur ada di Dinas PUPR, adat dan budaya ada di Dinas Kebudayaan, sektor ekonomi ada di Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, dan sebagainya.
“Sudah dipastikan, seluruh OPD harus terlibat,” ujarnya.
Ketua Tim Pembahas Ranperda perubahan Perda nomor 3 tahun 2014 tentang RIPKD Sumatera Barat, Aristo Munandar mengharapkan, dengan keterlibatan seluruh sektoral dalam pembangunan kepariwisataan, dapat memacu percepatan pembangunan ke depan. Kemajuan pariwisata tentunya akan memberikan dampak kepada perekonomian masyarakat.
Meski demikian, Aristo berharap agar masyarakat juga hendaknya meningkatkan pemahaman tentang kepariwisataan. Pariwisata tidak akan berkembang dan maju jika tidak mendapat dukungan yang baik dari masyarakat.
“Meskipun pemerintah berupaya keras, kalau masyarakat tidak memberikan dukungan yang baik, pariwisata tidak akan maju. Jadi, pariwisata juga menuntut peran aktif masyarakat,” katanya.
Aristo menambahkan, masyarakat harus memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan yang datang. Pelayanan yang baik akan memberikan kesan tersendiri terhadap pencitraan pariwisata.
“Masyarakat yang ramah menyambut wisatawan akan nyaman. Ini memberikan pencitraan yang baik sehingga destinasi wisata akan semakin ramai dikunjungi,” tandasnya. (fdc)






