Gempa Banjarnegara, Dua Orang Tewas, Ratusan Rumah Rusak
  • Home
  • Berita
  • Gempa Banjarnegara, Dua Orang Tewas, Ratusan Rumah Rusak

Gempa Banjarnegara, Dua Orang Tewas, Ratusan Rumah Rusak

Seorang warga menggotong jasad korban meninggal dunia akibat gempa Banjarnegara (Rabu, 18/4). (Sutopo PN/ Ka Pusdatin BNPB)

JAWA TENGAH – Gempa berkekuatan 4,4 Skala Richter (SR) yang mengguncang sebagian wilayah Banjarnegara, Jawa Tengah menelan korban jiwa. Sementara ini, dilaporkan dua orang tewas sementara 21 orang warga dikabarkan luka-luka. Selain itu, ratusan rumah juga rusak dan memaksa dua ribuan lebih warga setempat mengungsi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (18/4) malam menginformasikan hal tersebut. Gempa berpusat di darat dengan kedalaman 4 kilometer itu menyebabkan kerusakan cukup parah di wilayah Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara.

“Data sementara yang berhasil dihimpun BPBD setempat terdapat dua orang meninggal dunia, 21 orang luka dan 316 rumah rusak,” terang Sutopo.

Dua orang meninggal dunia tersebut teridentifikasi bernama Asep (13) siswa Kelas V SD, warga Desa Kasinoman dan Ny. Kasri (80) warga Dusun Bakalan Desa Kasinoman. Sementara 21 orang warga yang mengalami luka-luka sudah dirawat di Puskesmas dan rumah sakit daerah.

“Korban sebagian besar disebabkan tertimpa reruntuhan bangunan yang roboh,” lanjutnya.

Sedangkan 316 unit rumah yang rusak tersebar di beberapa desa dalam Kecamatan Kalibening. Antara lain di Desa Kasinoman sementara ini tercatat 217 rumah rusak, 62 unit di Desa Kertosari dan 37 unit di Desa Plorengan. Sutopo memperkirakan jumlah kerusakan rumah warga masih akan bertambah karena pendataan masih terus dilakukan.

Selain rumah warga, gempa juga menimbulkan kerusakan terhadap sejumlah fasilitas umum seperti sekolah dan masjid. Satu masjid di Plorengan, satu di Kertosari dan satu di Kasinoman rusak, ditambah lagi satu musala di Desa Kasinoman.

“Satu gedung sekolah yaitu SMKN 2 Kalibening juga mengalami kerusakan,” ujarnya.

Sutopo menambahkan, jumlah pengungsi sementara ini terdata sebanyak 526 keluarga atau sekitar 2.104 jiwa. Pengungsi ini tersebar di beberapa titik pengungsian di empat desa. Sebanyak 180 personil tim gabungan dari BPBD Banjarnegara bersama TNI, Polri, Basarnas, PMI, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan evakuasi dan penyelamatan korban gempa.

Posko tanggap darurat, dapur umum, pos kesehatan, dan pos pengungsian telah didirikan di Kecamatan Kalibening. Pos pengungsian didirikan di empat desa yang dibagi beberapa titik di masing-masing desa.

BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BPBD yang berdekatan dengan Banjarnegara mengirimkan bantuan dan personil. Tim Reaksi Cepat BNPB melakukan pendampingan kepada BPBD. (feb/*)

Berita Terkait

Leave a Reply