JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengkoordinir potensi nasional untuk membantu penanganan darurat bencana gempa bumi 6.5 Skala Richter (SR) di Aceh. Sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, prioritas tanggap darurat adalah pencarian dan penyelamatan korban.
Kepala BNPB Willem Rampangilei menegaskan, sesuai arahan Presiden Jokowi terkait pencarian dan penyelamatan korban, maka pencarian korban masih terus dilakukan. Tiga tim SAR hari ini melakukan pencarian dengan fokus di puing-puing ruko Merdu, Bandar Dua dan Mobile.
Willem menambahkan, aktivasi Posko Penanganan Darurat telah dilakukan pada hari ini dipimpin oleh Wakil Bupati Pidie Jaya. Tim Gabungan terus melakukan pendataan dan hingga kini tercatat 11.142 jiwa mengungsi di 28 titik Pos Pengungsian serta rumah-rumah sanak keluarga dan kerabatnya.
“Pendirian dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi terus ditingkatkan dengan mendirikan pos dapur umum, pos kesehatan, dan dukungan sanitasi,” kata Willem.
Untuk mempercepat penanganan darurat, BNPB pada Kamis (8/12) mengirimkan bantuan logistik dan pralatan ke Pidie Jaya dengan menggunakan pesawat Hercules TNI-AU dan pesawat cargo dari Lanud Halim Perdanakusuma ke Bandara Blang Bintang. Besok (Jumat, 9/12) akan diterbangkan kembali bantuan logistik dan peralatan ke Aceh.
Bantuan senilai Rp3,5 miliar itu menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho terdiri dari tenda pengungsi sebanyak 20 peti, 30 unit genset berdaya 2.800 watt, tenda gulung 1.000 unit, lauk-pauk, tikar, peralatan dapur, selimut dan lainnya.
Terkait kebutuhan peralatan, Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Kemen PU Pera) telah mengerahkan 4 tangki air, 70 hidran umum, 80 MCK mobile, alat berat (loader, stonebreaker dan eskavator) dan sebagainya. Kementerian PU juga akan melakukan audit bangunan fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah.
Data sementara kerusakan akibat gempa, terdapat 10.534 unit rumah rusak, dimana 2.015 rumah rusak berat, 85 rumah rusak sedang, dan 8.434 rumah rusak ringan. Kemudian 105 ruko roboh, 19 ruko rusak berat, dan 55 masjid rusak berat. Beberapa bangunan seperti kantor pemerintah, sekolah, mushola dan lainnya terdapat kerusakan.
Untuk bantuan korban, Kementerian Sosial akan memberikan santunan kepada korban meninggal Rp15 juta/orang dan luka berat maksimal Rp5 juta/orang. Korban luka dirujuk di beberapa rumah sakit di Banda Aceh, Sigli, Bireuen, maupun rumah sakit lapangan. (feb/*)






