
SAWAHLUNTO – Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kubang menggelar Festival Durian di Museum Kereta Api Kota Sawahlunto, Sabtu (15/2/2020). Bukan sekedar festival, kegiatan itu lebih ditujukan sebagai penyelamatan sumber daya genetika Durian Kubang sebagai varietas lokal berkualitas.
Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti, menyambut gelaran festival tersebut mengharapkan jadi momentum pengembangan varietas Durian Kubang. Pengembangan bibit dan budidaya Durian Kubang secara lebih baik akan mendatangkan nilai ekonomi lebih besar lagi kepada masyarakat petani.
“Kami apresiasi sekali kepada KAN Kubang yang telah menggelar festival ini. Jadikan ini sebagai momentum kebangkitan dan pengembangan budidaya Durian Kubang secara lebih baik lagi sehingga mendatangkan hasil yang lebih baik pula,” kata Zohirin.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, Candra, menyebutkan, Durian Kubang merupakan salah satu varietas durian lokal yang kualitasnya cukup bagus.
“Kualitas durian Kubang cukup bagus, rasanya juga sangat spesifik. Budidaya perlu lebih dikembangkan lagi dalam rangka melestarikan Durian Kubang. Termasuk juga pengembangan makanan olahan dengan bahan dasar buah durian Kubang,” kata Candra.
Syafri, asal Kubang Tangah merupakan salah seorang dari sekitar 40 orang petani durian yang ikut memamerkan buah durian hasil ladangnya di festival tersebut. Menurut Syafri, durian yang dipamerkannya saat ini adalah hasil dari pembibitan yang dilakukan lebih baik.
“Dulu kita hanya mengenal budidaya durian berdasarkan petunjuk yang diwariskan orangtua,” katanya.
Namun, saat ini pengembangan bisa dilakukan lebih baik lagi. “Dengan pola pembudidayaan lebih baik, durian Kubang yang memiliki citarasa spesifik ini bisa dipertahankan kualitasnya,” pungkasnya. (tumpak)






