JATENG – Peningkatan aktifitas vulkanik Gunung Merapi dengan ditandai letusan freatik yang beruntun telah menaikkan status gunung api tersebut dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II). Peningkatan status tersebut terhitung sejak Senin (21/5) pukul 23.00 Wib.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, dengan kenaikan status tersebut maka penduduk dalam radius 3 kilometer dari puncak gunung harus dikosongkan.
“Status Gunung Merapi dinaikkan, tidak boleh ada aktifitas masyarakat di dalam radius 3 kilometer dari puncak,” kata Sutopo, Selasa (22/5) pagi.
Dia menambahkan, sejak Senin hingga dinihari tadi sekitar pukul 03.30 Wib telah terjadi empat kali letusan freatik disertai gemuruh. Letusan diiringi dengan semburan abu dengan ketinggian kolom bervariasi.
Letusan pertama terjadi pada Senin dinihari sekitar pukul 01.25 wib dengan durasi 19 menit dengan ketinggian kolom letusan 700 meter. Kemudian, pukul 09.38 Wib letusan terjadi dengan durasi 6 menit dan ketinggian kolom letusan 1.200 meter. Selanjutnya pukul 17.50 Wib kembali terjadi letusan dengan durasi 3 menit dengan ketinggian kolom letusan tidak teramati.
“Letusan kembali pada pukul 01.47 Wib Selasa (22/5) dengan durasi 3 menit dan ketinggian kolom letusan 3.500 meter,” terangnya.
Hujan abu vulkanik jatuh di sekitar Gunung Merapi seperti wilayah Kabupaten Sleman Yogyakarta meliputi beberapa kecamatan seperti di Kecamatan Cangkringan, Kecamatan Pakem dan Kecamatan Ngemplak. Di wilayah Kabupaten Klaten hujan abu vulkanik jatuh di Kecamatan Kemalang yaitu di Desa Balerante dan Desa Panggang.
Sejak tadi malam, sebagian masyarakat telah melakukan pengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih aman. Sekitar 298 jiwa warga dari Dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul dan Srunen di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman mengungsi mandiri ke Balai Desa Glagaharjo.
Sebanyak 362 jiwa warga Dukuh Takeran dan Dukuh Stabelan di Desa Tlogolele Kabupaten Boyolali mengungsi mandiri di tempat pengungsian Desa Tologolele.
Jumlah pengungsi mandiri terus bertambah. BPBD telah mendistribusikan bantuan dan masih melakukan pendataan.
BNPB terus berkoordinasi dengan PVMBG dan BPBD, baik di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengantisipasi letusan dan kenaikan status Waspada. (fdc/*)






