Elly Kritik Baznas, Usulan Bedah Satu Rumah Belum Juga Terealisasi
  • Home
  • Berita
  • Elly Kritik Baznas, Usulan Bedah Satu Rumah Belum Juga Terealisasi

Elly Kritik Baznas, Usulan Bedah Satu Rumah Belum Juga Terealisasi

Ketua DPRD Kota Padang, Elly Thrisyanti. (baim)

PADANG – Program bedah rumah Pemko Padang melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang menuai kritikan dari Ketua DPRD Padang Elly Thrisyanti. Pasalnya, pengusulan bedah rumah untuk warga kurang mampu yang diajukannya sampai saat ini belum terealisasikan.

Elly mengatakan, ketika masih duduk sebagai anggota komisi, ia mendapat jatah pengusulan beberapa bedah rumah untuk masing-masing anggota komisi. Waktu itu, sebagai anggota komisi IV, ia memasukkan, tapi tak ada satu pun yang direalisasikan.

“Sekarang, setelah saya menjabat selaku Ketua DPRD Kota Padang pun, hanya meminta atau mengusulkan satu untuk bedah rumah warga ke Baznas. Tapi, sampai saat ini, usulan itu tidak kunjung direalisasikan dan itu sudah sejak 2017 lalu. Padahal, warga yang diusulkan sudah diberitahu bahwa rumahnya akan dibedah. Nah, inikan seakan saya mempermainkan mereka. Kan, Baznas itu untuk semua umat, tanpa pengecualian bukan untuk kelompok tertentu,” pungkasnya.

Elly mengatakan, dirinya sudah melakukan kontak dengan pihak Baznas untuk mempertanyakan, kenapa usulan bedah rumah itu belum direalisasikan. Ia mengatakan, kondisi rumah warga yang diusulkan sangat menyedihkan, dimana rumahnya menempel dengan rumah orang lain dengan memakai atap sedikit.

“Saya minta Baznas jangan tebang pilih lah. Harus merata bagi yang betul membutuhkan, karena tujuannya untuk semua umat yang membutuhkan. Sekarang yang membutuhkan itu, sepanjang yang saya nilai, ya layak untuk di bantu,” tambahnya.

Selain itu, tak hanya dirinya, juga ada usulan Ketua Fraksi Partai Gerindra, Delma Putra yang juga belum direalisasikan. Padahal, ia dan Delma hanya mengusulkan satu untuk bedah rumah tersebut.

Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang, Epi Santoso menegaskan, terkait usulan bedah rumah warga dari Ketua DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti, proposalnya baru dimasukkan pada bulan Januari 2018. Sementara, untuk tahun 2018, bedah rumah yang dikerjakan hanya dilakukan berdasarkan proposal tahun 2017.

“Perlu kami sampaikan, yang kami kerjakan bedah rumah pada tahun 2017 kemaren, itu masih proposal 2015 dan 2016. Karena proposal itu masuknya setahun kadang-kadang mencapai 400-700 proposal,” jelasnya, Rabu (7/2).

Sedangkan Baznas hanya bisa mengerjakan 120 unit bedah rumah per tahun dengan anggaran yang ada. Makanya, tentu yang dikerjakan adalah proposal yang terlebih dahulu masuk. Dan saat ini, Baznas menstop proposal baru terkait bedah rumah, karena proposal tahun 2017 dari bulan Januari sampai Desember 2017, ada sekitar 187 unit lagi yang akan dikerjakan, termasuk proposal Delma (Ketua Fraksi Partai Gerindra, red), karena yang diusulkan tidak hanya bedah rumah, ungkap Epi.

Ia menegaskan, proposal dari Ketua DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti, selain bedah rumah, sudah direalisasikan Baznas Kota Padang. Misalnya saja, program Padang Religi, sudah direalisasikan, bahkan dijemput bersama Elly Thrisyanti.

“Sedangkan yang bedah rumah, yang masuk 2017, baru dikerjakan pada Februari 2018 setelah RKAD kami disetujui oleh pusat. Itu proposal 2017, termasuk proposal Pak Delma di dalamnya. Khusus untuk Buk Elly, setelah saya cek, ternyata proposalnya masuk di Januari 2018 kemaren,” jelas Epi.

Proposal lainnya yang dimasukan Elly pada tahun 2017 adalah bantuan modal usaha dan UMKM dan itu sudah direalisasikan sesuai permintaan. “Kemudian, bantuan program Padang Religius penghafal al Quran, di daerahnya di Lubeg, sudah kita selesaikan semuanya, termasuk hadiah-hadiah penghafal terbaik,” paparnya.

Namun untuk bedah rumah yang diusulkan Elly Thrisyanti tentu menunggu proposal 2017 yang masuk terlebih dahulu. Kalau sudah selesai baru dilanjutkan yang masuk di 2018.

Lebih jauh dijelaskan Epi, saat ini, zakat PNS berkurang sekitar Rp5 miliar karena pindahnya SMA, SMK, dan kampus ke provinsi. Tentu itu berdampak ke volume program yang bisa diselesaikan setiap tahunnya. Tahun 2017, hanya 120 unit rumah yang bisa dikerjakan. (baim)

Berita Terkait

Leave a Reply