SAWAHLUNTO – Menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Sawahlunto melalui Bidang Peternakan dan Perikanan akan melakukan pemeriksaan dengan menurunkan tim pemeriksa hewan Qurban per kecamatan.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Sawahlunto, Heri Sutrisno kepada padangmedia.com, Selasa (25/8). Tim pemeriksa kesehatan hewan terdiri dari 8 orang per kecamatan yang ada.
Selain itu, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi cara pemotongan hewan qurban kepada 50 orang panitia pelaksana ibadah qurban se-Kota Sawahlunto. Sosialisasi bekerjasama dengan pihak Kementerian Agama.
Tim pemeriksa hewan akan turun 3 hari sebelum dan 3 hari setelah hari tasyriq. Termasuk saat penyembelihan
hewan qurban nantinya. ”Tim akan melakukan pemeriksaan antermortem dan postmortem di tempat penjualan dan pemotongan hewan yang ada di empat kecamatan se-Kota Sawahlunto,” terangnya.
Sementara, untuk panitia qurban pada Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah, sengaja dilakukan sosialisasi terkait cara penyembelihan hewan yang sesuai aturan Islam. Sekaligus menyosialisasikan ciri-ciri hewan yang layak konsumsi dan pentingnya kelengkapan dokumen hewan yang akan disembelih.
“Panitia qurban juga harus mengeluarkan retribusi pemotongan hajat sebesar Rp10.000 per ekornya untuk sapi dan kerbau, Rp2.500 per ekor untuk kambing, sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku. Selain itu, kepada petugas atau panitia diimbau agar tidak memotong sapi betina yang masih produktif,” pintanya.
Selanjutnya, kepada para peternak sapi agar tidak menjual sapi yang sudah digertak birahinya atau IB, sehingga tidak berimbas pada kelangkaan jumlah populasi sapi yang ada. Sebab, jika sapi yang telah di IB dijual sama halnya membuang peluang untuk menambah jumlah populasinya.
Pihaknya, lanjut Heri, juga memastikan pasokan hewab qurban untuk Idul Adha tahun ini akan dapat terpenuhi seluruhnya. Kendati saat ini sapi lokal baru bisa memenuhi kebutuhan akan hewan qurban baru mencapai 60
sampai 70 persen saja.
Ia optimis untuk dua tahun ke depan akan dapat memenuhi kebutuhan hewan qurban di kota itu. “Tentunya dengan program gertak birahi atau Ib yang telah dilakukan secara serentak tahun ini,” pungkasnya. (tumpak)






