Debu Pengerjaan Jalan Meresahkan, Warga Datangi Kontraktor
  • Home
  • Berita
  • Debu Pengerjaan Jalan Meresahkan, Warga Datangi Kontraktor

Debu Pengerjaan Jalan Meresahkan, Warga Datangi Kontraktor

Warga Padang Tae, Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan mendatangi pihak kontraktor pekerjaan jalan lintas Sumatera terkait keresahan akibat debu yang ditimbulkan proyek jalan tersebut, Senin (6/2). (fahmi)
Warga Padang Tae, Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan mendatangi pihak kontraktor pekerjaan jalan lintas Sumatera terkait keresahan akibat debu yang ditimbulkan proyek jalan tersebut, Senin (6/2). (fahmi)

PAINAN – Sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, mendatangi pihak kontraktor KSO Yasa-Conbloc yang mengerjakan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) ruas Painan-Kambang. Mereka mengecam pihak kontraktor yang tidak menghiraukan kesehatan warga dalam pengerjaan proyek jalan tersebut.

“Kami merasa kondisi udara sudah tidak baik lagi bagi masyarakat. Pihak kontraktor tidak lagi bekerja sesuai standar dan mengabaikan kesehatan warga,” kata Naim, salah seorang tokoh masyarakat Sutera dalam pertemuan dengan pihak kontraktor KSO Yasa-Conbloc, Senin (6/2).

Dia menyebutkan beberapa dampak yang telah ditimbulkan akibat debu yang beterbangan karena pengerjaan proyek jalan tersebut. Ancaman kesehatan kepada masyarakat sangat besar terutama penyakit gangguan pernafasan. Disamping itu, pedagang yang biasanya berjualan tidak lagi berjualan karena kondisi debu yang semakin hari semakin menebal.

“Banyak pedagang yang mengeluh. Biasanya mereka memperoleh penghasilan dari berdagang sampai Rp500 ribu namun sejak pengerjaan jalan omset menjadi turun, bahkan untuk mendapatkan Rp100 ribu saja susah,” ungkapnya.

Disamping itu, semakin tebalnya debu juga mengancam kesehatan anak-anak usia dini di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Adinda. PAUD tersebut berada dan berhadapan langsung dengan jalan raya, darimana sumber debu berasal.

“Jadi kami rasa ini sudah meresahkan. Pembangunan boleh berjalan, tapi kesehatan masyarakat tolong diperhitungkan,” ungkapnya kesal.

Pada kesempatan itu, Kepala Teknis Lapangan KSO Yasa-Conbloc, Wiwit, berjanji akan memenuhi tuntutan mereka terutama terkait penyiraman badan jalan yang menghasilkan debu.

“Sebelumnya kami hanya memiliki satu unit truk tanki penyiram dan pada minggu kemarin kami sudah mengupayakan satu unit lagi untuk mengatasi debu tersebut,”katanya.

Pertemuan antara tokoh masyarakat dan kontraktor berakhir dengan dibuatnya berita acara terkait kebutuhan tanki penyiram khusus pada badan jalan di Kampung Padang Tae. Hadir pada saat itu,  Kepala Kampung Padang Tae, Mardalison, Tokoh Pemuda M.Darda dan juga tokoh adat setempat, Maridun Datuak Rajo Indo.

Pengerjaan ruas Painan-Kambang dilaksanakan selama 630 hari kalender dengan nomor kontrak 03-06/14-WINRIP-AWP III/CE/A/8043/3-16. (fahmi)

Berita Terkait

Leave a Reply