BPCP Gali Bekas Lubang Tambang Batubara di Sawahlunto
  • Home
  • Berita
  • BPCP Gali Bekas Lubang Tambang Batubara di Sawahlunto

BPCP Gali Bekas Lubang Tambang Batubara di Sawahlunto

SAWAHLUNTO – Bekas lubang tambang batubara peninggalan kolonial Belanda di Sawahlunto digali tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat (Sumbar) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Penggalian yang dimulai sejak 27 Agustus hingga 1 September 2018 ini dilakukan pada tiga titik lubang batubara, yakni dua titik di Sungai Durian Kelurahan Durian II dan satu titik di kawasan Kelurahan Saringan, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto.

Arkeolog BPCB Sumbar, Nedik Tri Nurcahyo mengatakan, lubang bekas batubara yang digali untuk dilakukan uji ekspasi dan merupakan metode untuk mengetahui struktur sebuah situs masa lalu yang belum nampak.

“Kami telah menggali sedalam dua setengah meter, namun tidak ditemukan lagi relnya, lubangnya pun sudah ditutup dengan bata dan plaster,” sebut Nedik.

Penggalian bekas lubang tambang batubara berawal dari adanya laporan warga yang mengetahui akan adanya lubang tambang batu bara yang tidak berfungsi lagi kemudian dikoordinasikan oleh Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto.

“Seperti yang kita tahu, Sawahlunto kedepannya akan ditunjuk menjadi
kota warisan dunia, untuk itu kita mau menunjukkan titik-titik dimana perjalanan batubara dari Sawahlunto sampai ke pelabuhan Teluk Bayur,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Peninggalan Sejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto, Hendri Thalib menambahkan, situs lubang tambang tersebut akan menjadi bagian penilaian dari Unesco untuk menjadi kota warisan dunia.

“Situs tersebut dibersihkan bagian luarnya dan ini menjadi bagian yang akan dikunjungi tim Unesco karena bagian dari sejarah batubara di Sawahlunto,” jelasnya. (tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply