
SAWAHLUNTO – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat melanjutkan pemugaran situs kuburan Belanda (Kerkhof) di kawasan Lubang Panjang Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto. Sejak tahun 2018 hingga 2019, telah dilakukan pemugaran terhadap 60 bangunan, tersisa 34 bangunan yang harus dipugar.
Kepala Bidang Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto Rahmad Gino Sea Games mengutarakan rencana tersebut, Rabu (19/2/2020).
“ Sebelumnya telah dilakukan pemugaran terhadap 60 bangunan dengan dana APBN sebesar Rp649 juta,” terangnya.
Tahun ini, sebut Gino, sedang dilakukan kajian teknis serta perencanaan guna pemugaran 34 bangunan yang ada di kawasan ini. Dalam waktu dekat akan dilakukan tahapan proses pekerjaan yang dikoordinir para ahli BPCB Sumbar Batusangkar.
Situs kuburan Belanda di Lubang Panjang menjadi salah satu situs cagar budaya. Tercatat ada 94 unit bangunan kuburan yang dilengkapi dengan nisan serta bangunan pelengkap lainnya telah mengalami tiga kali tahapan pemugaran.
Kerkhof dalam bahasa Belanda berarti kuburan. Namun ada juga referensi melalui pencarian di internet yang menyebutkan Kerkhof terdiri dari dua kata yaitu kerk yang artinya gereja (Inggris, curch) dan hof berarti halaman. Bisa jadi demikian karena kebiasaan orang Belanda menguburkan jenazah tidak jauh dari bangunan gereja. (tumpak)






