
AGAM – Bupati Agam, Indra Catri menghadiri Baralek Gadang Batagak Panghulu Suku Caniago di Jorong Sungai Angek, Nagari Simarasok, Kecamatan Baso, Sabtu (17/3). Tiga gelar Datuak dilewakan sekaligus, yakni Datuak Tambago, Datuak Sabatang dan Datuak Asa Basa.
Alek Gadang tersebut juga dihadiri Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Anggota DPRD Sumbar, Nofrizon, tokoh masyarakat Sumbar Sadiq Pasadiqoe dan Beni Utama serta ninik mamak se-Nagari Simarasok.
“Saya mengucapkan selamat dan mengapresiasi alek gadang batagak gala ini sebagai simbol adat dan budaya yang harus dilestarikan,” kata Bupati Agam di sela-sela kegiatan itu.
Menurutnya, menyandang gelar penghulu sebagai simbol karakteristik adat yang merupakan sebuah amanah atau jabatan kepala kaum dalam adat dan budaya Minangkabau. “Pengulu adalah seorang niniak mamak dalam kaum atau suku. Kemudian seorang pangulu juga menempati jabatan tertinggi di dalam kaumnya, sekaligus mewakili kaumnya dalam berunding di kampungnya dan di dalam majelis-majelis adat,” jelasnya.
“Makanya, tugas Pangulu relatif berat, yaitu kusuik nan ka manyalasaikan, karuah nan kamanjaniahkan, mambalah taampulua, manimbang samo barek, bakato bana bajalan luruih, biang nan kamanabuak, gantiang nan kamamutuih, dan kato putuih hukum bajalan,” sambungnya.
Hal senada juga dikatakan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. Menurutnya, sebagai Kepala Kaum, seorang Datuak harus menjaga martabatnya, karena gelar datuak yang disandang adalah gelar kebesaran pusako adat dalam suku atau kaumnya.
“Sebagai ninik mamak, Ia bisa menjadi pengayom sanak kemenakan serta menjunjung tinggi norma adat istiadat Minangkabau,” pungkasnya. (fajar)






