
PASAMAN—Siapa yang menyangka, dibalik senyum manisnya, gadis mungil yang cantik ini ternyata menanggung seribu luka untuk meneruskan kehidupannya dimasa yang akan datang. Matanya yang sendu seakan melukiskan derita yang berat demi mempertahankan hidupnya.
Dia adalah Attaya Quinza Nurda. Gadis cilik kelahiran 26 Oktober 2018. Dalam usia masih balita, ia diketahi mengidap penyakit jantung bocor. Saat penyakitnya kambuh, tubuh mungil Attaya membiru hingga ke kuku jemarinya yang kecil. Langkah pertolongan pertama yang selalu dilakukan orang tuanya yakni memasang infus oksigen untuk Attaya.
Sambil menatap lirih, sang ibu, Nurma Susanti sedikit menceritakan kisah buah hatinya itu. Menurut Nurma Susanti, awal mula kejadiannya yakni sang anak mengalami batuk-batuk hingga kejang dan seluruh tubuh Attaya membiru.
“Saya dan suami saya terasa melihat dunia ini kelam ketika dokter mendiagnosa anak kami mengidap penyakit jantung bocor. Seketika, saya tidak tahu apa yang harus saya perbuat lagi,” katanya.
Ditambah lagi, katanya, penyebab jantung bocor ini bisa membuat keterbelakanga mental. Dia merasa, dunia ini telah kiamat.
“Awalnya saya tidak percaya. Saya juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan lagi di RSUP M. Djamil Padang. Namun, hasilnya masih tetap sama, Anak saya positif mengidap penyakit jantung bocor,” terang Nurma Susanti.
Meski sudah diyakini penyakit putri kesayangannya itu tergolong berat, namun Nurma dan suaminya tidak berputus asa. Mereka terus melakukan pengobatan terhadap anaknya. Demi mendapatkan biaya berobat Attaya, kedua orang tuanya rela menjual apa saja harta yang dimilkinya saat ini.
“Sesuai petunjuk dari RSUP M Djamil, kami dianjurkan untuk melakukan operasi di rumah sakit di Jakarta. Tapi, hingga saat ini biaya kami tidak cukup untuk berangkat ke Jakarta,” ungkapnya kepada padangmedia.com, Senin (23/12/19).
Kini Attaya masih terdiam lesu di rumah orang tuanya yang terletak Jorong Padang Sarai, Nagari Aia Manggih, Kecamatan Lubuk Sikaping.
“Kami telah menjual barang-barang seperti TV, Parabola, HP hingga emas. Namun masih saja kurang. Karena biaya tersebut sudah tepakai untuk biaya pulang pergi ke Padang dalam pengurusan rujukan ke Jakarta,” ucap Nurma.
Dia menerangkan, pada saat ini biaya yang paling berat tersebut yakni biaya isi ulang oksigen. Bila penyakit Attaya kambuh, maka oksigen hanya mampu bertahan sekitar tiga jam saja.
“Jujur, saat ini kami sangat butuh bantuan dan uluran tangan para dermawan yang ingin membantu atau menyapa untuk menyemangati Attaya. Kami harus membawanya ke Jakarta, namun terkendala biaya,” ucapnya lirih.
Demi kesembuhan gadis kecil yang masih memiliki kesempatan hidup dengan operasi ini, pihak keluarga menunggu uluran kasih para dermawan Bila ada yang terketuk hatinya, bisa menghubungi langsung melalui telepon keluarga No 082389502247 atau bisa mengirimkan ke rekening Bank Nagari 0800.0210.20015-0 atas nama ayah kandung Attaya, Rahmad Firdaus. Semoga Attaya masih diberi kesempatan menjalani operasi melalui bantuan para dermawan. (riki)






