
MENTAWAI – Arbiter Smart Bund (ASB) bersama Tim Penanggulangan Bencana (PB) Kabupaten Kepulauan Mentawai kembali melakukan simulasi penanggulangan bencana untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Pada prinsipnya, simulasi ini upaya meminimalisir risiko bencana gempa dan tsunami bagi masyarakat yang bermukim di pesisir pantai,” kata Fasilitator ASB Ika Prastiwisari kepada wartawan, Sabtu (1/12).
Dalam kegiatan tersebut melibatkan empat dusun yang berada di Desa Tuapeijat, di antaranya Dusun Camp, Dusun Jati, Dusun kampung dan Dusun Karoniet. Selain itu juga melibatkan anak Sekolah Dasar 13 Tuapeijat yang berada di zona merah.
Simulasi yang dilaksanakan, sebut Ika Prastiwisari, merupakan rangkaian puncak dari beberapa kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya bersama masyarakat seperti pelatihan tanggap darurat bencana, pelatihan dapur umum logistik, pelatihan radio riq, pemetaan wilayah aman dan pertolongan pertama gawat darurat.
Lebih lanjut, Ika Prastiwisari mengatakan, tim PB yang sudah dibentuk di wilayah Tuapeijat masing-masing dusun memiliki jumlah regu bervariasi banyaknya. Tim PB tersebut yang mensosialisasikan prosedur penyelamatan ketika saat terjadi bencana.
“Melalui kegiatan simulasi ini, masyarakat lebih terlatih lagi dalam melakukan evakuasi mandiri serta memahami pentingnya penanggulaangan di daerah rawan bencana,” ucap Ika Prastiwisari.
Selain itu, penentuan lokasi pengungsian berdasarkan diskusi tim PB itu berada di lokasi tower Km 1. Sementara, untuk lokasi akhir di asrama kaum yang jaraknya lebih kurang 500 meter tempat titik kumpul sampai situasi benar-benar aman.
Simulasi yang dilakukan menjadi aplikasi ketika terjadi bencana di Mentawai serta lokasi yang sudah ditentukan akan didirikan tenda pengungsian dan dapur umum logistik. Diharapkan juga masyarakat menyiapkan cadangan makanan, tukasnya. (ers)






