Arkadius: MoU Jangan Hanya di Atas Kertas!
  • Home
  • Berita
  • Arkadius: MoU Jangan Hanya di Atas Kertas!

Arkadius: MoU Jangan Hanya di Atas Kertas!

PADANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Arkadius Datuak Intan Bano mengingatkan pemerintah daerah, penandatanganan nota kesepahaman kerja sama dengan pihak atau negara lain jangan hanya di atas kertas. Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) itu hendaknya ditindaklanjuti sehingga memberikan dampak dan manfaat yang baik untuk kemajuan daerah.

Ketegasan itu disampaikan Arkadius usai menghadiri pertunjukan tiga negara dua benua di audiotirum Universitas Negeri Padang (UNP) Rabu (7/3) malam. Dalam gelaran yang melibatkan negara jiran Malaysia itu, dilakukan majelis penandatanganan Letter of Intent (LoI) atau MoU untuk beberapa kerjasama yang antara lain di bidang pendidikan, budaya dan pariwisata.

LoI atau MoU yang ditandatangani sangat bagus dan sangat memberikan dampak kemajuan kepada Sumatera Barat. Namun, jangan hanya sekedar nota kesepahaman di atas kertas,” kata Arkadius.

Meski mengaku belum mendalami secara detail LoI atau MoU tersebut, namun secara garis besar dapat digambarkan bahwa kesepahaman tersebut sangat penting artinya dan memberikan dampak positif terhadap kemajuan daerah.

Peringatan agar MoU tidak sekedar di atas kertas tersebut sekaligus sebagai dorongan DPRD kepada pemerintah provinsi untuk menindaklanjuti dengan langkah-langkah nyata sehingga kesepahaman kerjasama dapat berlanjut ke tingkat realisasi yang saling menguntungkan.

“Ada MoU dengan UNP, dengan salah satu lembaga pendidikan dan sebagainya. Ini tentu akan berdampak kepada kemajuan sektor pendidikan. Juga pada sektor lainnya yang telah terjalin kesepahaman melalui LoI tersebut,” ujarnya.

Arkadius menambahkan, sebenarnya nota kesepahaman kerjasama dengan negara lain sudah banyak terjadi namun sepertinya tidak berjalan dengan baik. Dalam kaitannya dengan LoI atau MoU yang terjadi dalam persekutuan negara bertetangga Malaysia dan Indonesia (Malindo) itu, Arkadius mengingatkan pemprov untuk menindaklanjuti dengan serius.

“Kesepahaman kerjasama ini harus ditindaklanjuti dengan serius. Malaysia sebagai salah satu negara terdekat yang menjadi salah satu pangsa pasar pariwisata Indonesia, khususnya Sumatera Barat,” tegasnya.

Dia menegaskan, DPRD akan “menagih” pemerintah provinsi melalui organisasi pemerintah daerah (OPD) terkait dengan nota kesepahaman tersebut dalam waktu dekat. DPRD ingin meminta penjelasan mengenai detail kesepahaman yang dibuat dan meminta langkah-langkah yang akan diambil.

“DPRD akan menagih, meminta rincian detail kesepahaman dan meminta penjelasan mengenai langkah-langkah yang akan diambil oleh pemerintah daerah. Hal ini tentunya dirasakan penting agar nota kesepahaman tidak hanya sekedar di atas kertas,” tandasnya.

Pertunjukan Seni Budaya tiga negara dua benua digelar di auditorium UNP menampilkan berbagai kesenian dari Malaysia dan Indonesia khususnya Sumatera Barat. Hadir dalam pertunjukan itu Dewan Pengarah kerjasama Malaysia – Indonesia Dato Seri Alex Ong dan beberapa pihak dari Malaysia.
Gelaran itu juga menampilkan musik teater artis multi talenta Malaysia Jessie Chung. Seorang aktris, penyanyi, dosen, dokter, juga seorang atlet dan instruktur wushu yang pernah memenangkan 13 medali emas. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply