SAWAHLUNTO – Aparatur pemerintahan mulai dari Camat, kepala desa dan tokoh masyarakat diminta turut mengawasi dari awal pelaksanaan pembangunan yang dilakukan. Aparatur juga harus melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat terkait dengan program pembangunan yang akan dilaksanakan, sehingga pengawasan program pembangunan juga bisa dilakukan masyarakat. Pengawasan dijalankan dengan melakukan koordinasi dengan PPK dan PPTK, sehingga perbaikan pembangunan dapat dilaksanakan ketika proses sedang berlangsung.
Hal itu disampaikan Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf pada apel gabungan bulanan perdana di tahun 2016 di lapangan parkir Balaikota, Senin (4/1). Seluruh pihak yang terkait dalam pelaksanaan pembangunan, terutama pejabat maupun panitia pelaksana kegiatan diminta untuk selalu membaca dan memahami perubahan regulasi yang terjadi. Jika tidak, tentu saja pelaksanaan pembangunan yang merupakan wujud dari realisasi tuntutan masyarakat akan berbenturan dengan regulasi yang ada. Tentu saja, hal itu akan bertentangan dengan hukum.
“Seluruh stakeholder tarkait harus melihat, membaca dan memahami setiap perubahan regulasi yang terjadi, sehingga program pembangunan yang dilaksanakan tidak berbenturan dengan aturan yang ada,” ungkap Ali.
Dia menambahkan, setelah penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2016 yang dilaksanakan 30 Desember lalu, pastinya waktu itu seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah sudah mempersiapkan rencana kegiatan. Tahap demi tahapnya disesuaikan dengan regulasi yang ada.
Dalam apel yang dihadiri seluruh pegawai dari semua SKPD, Ali Yusuf mengingatkan para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) untuk selalu membaca regulasi atau aturan yang selalu berubah setiap saat.
“Proses penyerahan DPA yang dilakukan lebih awal, akan berdampak pada pemanfaatan pembangunan yang lebih awal pula oleh masyarakat,” sebutnya.
Ia juga mewanti-wanti pelaksanaan pembangunan harus mempertimbangkan mutu dan kualitas pembangunan yang dihasilkan. “Apa yang kita buat hari ini, bukan hanya untuk kita dinikmati saat ini saja. Namun juga untuk anak cucu dan generasi pada puluhan tahun
ke depan. Tentunya, mutu dan kualitas pembangunan yang menjawab kebutuhan tersebut,” pintanya. (tumpak)
ke depan. Tentunya, mutu dan kualitas pembangunan yang menjawab kebutuhan tersebut,” pintanya. (tumpak)







