Andrinof: Masyarakat Harus Ubah Mindset Jika Ingin Majukan Pariwisata
  • Home
  • Berita
  • Andrinof: Masyarakat Harus Ubah Mindset Jika Ingin Majukan Pariwisata

Andrinof: Masyarakat Harus Ubah Mindset Jika Ingin Majukan Pariwisata

Wawako Padang, Emzalmi bersama mantan Menteri Bappenas, Andrinof Caniago usai seminar kepariwisataan di balaikota Padang, Senin (7/9). (der)

PADANG – Mindset masyarakat Kota Padang harus berubah jika ingin menjadi destinasi wisata. Sebab, pembenahan objek wisata saja tidaklah cukup sehingga perlu pembenahan yang menyeluruh dan detil.

Hal itu dikatakan mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Andrinof Chaniago usai menjadi keynote speaker dalam Seminar Kepariwisataan di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balaikota Padang, Senin (7/9).

Menurut Andrinof, pembenahan mindset masyarakat berarti mengeleminir perilaku negatif masyarakat yang sangat merugikan. “Kita tidak boleh mentolerir perilaku negatif yang berpikir sesaat dan aji mumpung. Tetapi, kita harus berpikir lebih jauh ke depan dengan membuat kesan-kesan yang baik terhadap wisatawan,” kata Andrianof dalam seminar yang dibuka Wakil Walikota Padang H. Emzalmi dan dihadiri seluruh stakeholders pariwisata ini.

Dikatakan Andrianof, sebetulnya sangat ironis jika Sumatera Barat atau Kota Padang hanya mendapatkan secuil dari kunjungan wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Padahal, daerah ini jauh lebih kaya dengan potensi pariwisata dibandingkan daerah lainnya.

“Kita hanya mendapatkan 50.000 kunjungan ke Sumbar. Padahal, idealnya kita mendapatkan 500.000 kunjungan wisatawan mancanegara setiap tahunnya,” kata akademisi Unand ini.

Pria yang mati-matian memperjuangkan Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh agar masuk program nasional ini menyebut, stakeholders pariwisata harus bisa melakukan pembinaan terhadap masyarakat untuk memberikan pelayanan yang baik nagi wisatawan. Mulai dari Bandara, penginapan, restoran hingga di objek wisata dan sampai kembali, mereka harus mendapatkan kenyamanan dan terkesan dengan pelayanan yang diberikan.

“Itulah sebabnya, kenapa penanganan pariwisata harus detil. Karena, semua seperti roda gigi yang saling menggerakkan. Jika ada salah satu yang kurang baik atau negatif, maka dia tidak jalan. Itu yang terjadi selama ini, sehingga pengembangan pariwisata kita berjalan lambat,” sebutnya.

Lebih lanjut dikatakan, sektor pariwisata merupakan satu-satunya potensi besar yang dimiliki Kota Padang dan yang paling mungkin untuk dikembangkan dengan kebutuhan anggaran yang tak terlalu besar.

Sementara itu, Wakil Walikota Padang H. Emzalmi mengatakan, industri pariwisata di Kota Padang telah berkembang secara signifikan melalui pesatnya pembangunan hotel berbintang pasca gempa 2009 lalu. Hal ini menunjukkan Kota Padang secara bertahap telah mampu bangkit dari dan bergerak menuju kota konvensi di Sumatera Barat.

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Padang pada 2014 mencapai 3 juta orang lebih, baik domestik maupun mancanegara. Menunjukkan Kota Padang telah siap menjadi destinasi wisata dengan daya dukung sarana dan prasarana yang representatif.

“Adapun kelemahan-kelemahan yang masih ada, sudah tentu perlu perbaikan agar tidak menjadi bumerang bagi perkembangan pariwisata Kota Padang. Ini menjadi perhatian serius kita,” tegas Emzalmi. (der)

Berita Terkait

Leave a Reply