
AGAM – Kabupaten Agam siap menuju pendidikan inklusif. Pemerintah setempat sudah melakukan perencanaan tahap awal terhadap 11 sekolah pendidikan inklusif akhir tahun 2016 lalu.
“Inklusif ini merupakan sistem layanan pendidikan yang mensyaratkan anak berkebutuhan khusus belajar di sekolah-sekolah bersama teman-teman seusianya,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Agam, Isra saat membuka Rakor dan Sosialisasi bagi SKPD serta pengurus Pokja Pendidikan Inklusif se Agam di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (12/1).
Dikatakan, saat ini baru ada sekitar 11 sekolah yang dicanangkan untuk piloting penyelenggara pendidikan inklusif yang terdiri dari empat SD, lima SMP dan dua SMA.
Dalam Rakor dan sosialisasi tersebut, Isra berharap OPD terkait bisa mendukung dan bekerjasama menunjang pendidikan inklusif. Pihaknya juga berkomitmen untuk kelancaran pendidikan inklusif mulai tahun ini untuk menyediakan tenaga, minimal satu orang guru pendamping yang diambil dari guru sekolah luar biasa dan luar SLB.
“Program ini juga perlu disosialisasikan kepada masyarakat betapa pentingnya pendidikan inklusif ini. Dengan program ini, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bisa mendapatkan pelayanan perlakukan yang sama dengan anak normal,” pungkasnya. (fajar)






