
AGAM – Sejak Program Agam Menyemai dicanangkan, kaum ibu di wilayah Agam yang dulunya banyak membeli bumbu dapur di pasar, kini telah memanfaatkan pekarangan untuk menanam tananam bumbu masak. Dengan begitu, banyak pengeluaran yang bisa ditekan warga Agam, bila mereka mau. Terutama pengeluaran untuk pembeli bumbu dapur, sayur, ikan, buah-buahan, dan bahan yang bisa mereka produksi sendiri.
“Artinya, mereka semakin kurang membeli. Kalau diiringi dengan banyak menjual, diyakini keluarga mereka akan lebih sejahtera,” kata Bupati Agam, Indra Catri kepada padangmedia.com belum lama ini.
Dikatakan Bupati, untuk mencapai kehidupan yang serba mencukupi, warga Agam harus lebih banyak menjual daripada membeli. Agar bisa menjual lebih banyak, warga mesti punya produk. Para perajin bisa meningkatkan hasil kerajinan mereka, sehingga mampu menjawab permintaan dan tantangan pasar.
Begitu juga petani, bisa memanfaatkan lahan yang mereka miliki. Jangan biarkan sejengkal tanah pun menganggur. Pekarangan bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman sayur dan bumbu dapur, serta tanaman buah-buahan. Hasilnya untuk dikonsumsi keluarga dan kerabat dekat.
“Di kebun, tanamlah tanaman untuk konsumsi pasar. Pilihlah tanaman yang hasilnya bernilai jual tinggi. Tanaman bernilai jual tinggi, pasti tanaman yang berkualitas bagus,” kata Bupati mengingatkan.
Indra Catri mendambakan warga Agam menjadi keluarga yang memiliki simpanan uang. Hal itu terwujud bila pendapatan warga lebih besar dari pengeluaran. Penghasilan akan lebih besar dari pengeluaran, bila warga memiliki usaha produktif. Usaha dimaksud bsia saja dalam bentuk kerajinan, hasil pertanian, peternakan ataupun perkebunan.
“Untuk itu, perlu peningkatan produksi, sekaligus peningkatan kualitas produksi. Walau produksi melimpah, kalau kualitasnya rendah, hasilnya juga sedikit. Tetapi bila produksi tinggi dan kualitasnya juga tinggi, pasti nilai jualnya juga tinggi,” pungkasnya. (fajar)






