Abraham Samad: Sistem Pendidikan Berkontribusi Suburkan Perilaku Korupsi
  • Home
  • Berita
  • Abraham Samad: Sistem Pendidikan Berkontribusi Suburkan Perilaku Korupsi

Abraham Samad: Sistem Pendidikan Berkontribusi Suburkan Perilaku Korupsi

PADANG – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menilai, sistem pendidikan Indonesia saat ini berkontribusi terhadap tumbuhnya perilaku korupsi. Sementara itu, sikap permisif masyarakat membuat perilaku korupsi semakin subur.

Hal itu diungkapkan Abraham saat jamuan makan malam bersama wartawan di Padang, Sumatera Barat, Kamis (22/3) malam. Menurutnya, sejauh ini, tujuan pendidikan berkarakter tidak terimplementasi dengan baik.

“Sistem pendidikan saat ini berpotensi membentuk karakter manusia yang hedonis dan fragmatis sementara pendidikan berkarakter tidak terimplementasi dengan baik,” katanya.

Sebetulnya, persoalan ini sudah pernah ia bahas bersama Menteri Pendidikan Muhammad Nuh, saat ia masih berada di KPK. Menurutnya, kalau Indonesia ingin maju dan bersih dari korupsi, sistem pendidikan harus dikaji lagi.

Dia mengakui, saat ini banyak anak-anak Indonesia yang memiliki prestasi secara kognitif. Mereka berhasil menjadi pemenang berbagai lomba sain, bahkan di tingkat internasional.

“Mereka bisa kuat dari sisi kognitif, cerdas, tetapi sebetulnya mereka rapuh secara karakter. Kondisi ini akan membawa anak-anak menjadi orang yang berfikiran fragmatis dan hedonis,” lanjutnya.

Abraham mengungkapkan, ada pendidikan nilai yang hilang pada pendidikan formal. Sistem menuntut anak-anak harus cerdas namun nilai-nilai yang menjadi pembentuk karakter terabaikan.

Abraham mengungkapkan, di negara lain, sumber daya manusia berkualitas tercipta bukan dengan “memaksa” kuat dari sisi kognitif. Namun, sistem mereka lebih mengutamakan pembentukan karakter, baru pembentukan kecerdasan.

“Kalau di Indonesia ada yang menerapkan aturan masuk SD harus pandai membaca, di negara lain justru pelajaran membaca baru diperkenalkan kepada anak-anak di pertengahan tahun kelas pertama,” ujarnya.

Selain meminta perbaikan sistem pendidikan di Indonesia untuk mencegah perilaku korupsi, Abraham juga mengajak masyarakat untuk tidak permisif. Sikap permisif akan membuat perilaku korupsi semakin subur dan akan semakin sulit diberantas.

Dia menyarankan, perbaikan sistem pendidikan harus segera dilakukan agar perilaku korupsi tidak lagi masuk dalam rantai peradaban. Sikap permisif masyarakat terhadap perilaku korupsi juga harus dihilangkan.

Menurutnya, perilaku korupsi itu dimulai dari hal-hal kecil. Faktor penyebabnya adalah karena kebutuhan. Sedangkan kasus korupsi yang besar dan melibatkan pejabat, faktor penyebabnya adalah karena keserakahan. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply