
GARUT – Korban akibat musibah banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat bertambah. Hingga siang ini (Rabu, 21/9), Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan korban tewas sudah berjumlah 16 orang. Selain itu, delapan orang warga lainnya masih dalam pencarian.
“Pencarian korban masih terus dilakukan. Laporan resmi dari Posko Tanggap Darurat Banjir Bandang sebanyak 14 orang tewas dan delapan orang masih dalam pencarian serta sekitar 1000 an orang diungsikan,” kata Sutopo.
Banjir bandang menerjang tujuh kecamatan yaitu Kecamatan Bayongbong, Garut Kota, Banyu Resmi, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Karang Pawitan dan Samarang. Banjir terjadi sejak pukul 22.00 Wib, Selasa (20/9). Tim SAR Gabungan dari Basarnas, BNPB, BPBD Kabupaten Garut, BPBD Provinsi Jawa Barat, TNI, POLRI, Dinas PU, Tagana, Senkom Polri, NGO dan relawan melakukan evakuasi korban. Posko darurat, dapur umum, dan posko kesehatan telah didirikan.
“Dampak kerusakan rumah dan bangunan masih dalam pendataan. Banyak rumah rusak akibat terkena dampak longsor dan material banjir bandang,” ujarnya.
Sementara itu penanganan darurat longsor di Sumedang, Provinsi Jawa Barat juga masih dilakukan. Longsor terjadi Dusun Ciherang, Dusun Ciguling, Dusun Singkup, Dusun Cimareme dan Dusun Babakan Gunasari Desa Ciherang Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang pada Selasa (20/9) pukul 22.00 Wib.
Longsor menyebabkan 3 orang tewas, 2 orang luka dan 1 orang masih dalam pencarian. 3 unit rumah rusak, 1 mushola hancur dan 200 rumah terdampak di Dusun Ciherang. Di Dusun Cimareme ada 2 unit rumah tertimbun, dan di Dusun Babakan Gunasari 100 jiwa dievakuasi. (feb/*)






