Pentahelix Pariwisata: Padang Harus Miliki Ikon Kota Kreatif
  • Home
  • Berita
  • Pentahelix Pariwisata: Padang Harus Miliki Ikon Kota Kreatif

Pentahelix Pariwisata: Padang Harus Miliki Ikon Kota Kreatif

Image

PADANG – Kota Padang memiliki beberapa keunggulan beberapa sub sektor ekonomi kreatif. Dari 17 sub sektor, Padang dominan pada sub kuliner, fesyen dan seni pertunjukkan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Eri Senjaya dalam “Bincang Kreatif Pentahelix Pariwisata” di Kupi Batigo Cafe kawasan Padang Baru, Kamis (24/3/2022).

“Keunggulan sub sektor ekonomi kreatif ini salah satunya dapat dijadikan ikon kota kreatif. Tergantung dari keseriusan seluruh stakeholder untuk membranding Padang sebagai kota kreatif apa,” ujar Eri.

Dalam hal itu, pihaknya selaku pemerintahan memberikan dorongan kepada pelaku-pelaku ekonomi kreatif untuk pengembangan seluruh sub sektor. Dengan menggeliatnya ekonomi kreatif, akan memajukan sektor pariwisata.

“Kami mendorong pelaku ekonomi kreatif dari semua sub sektor. Kemajuannya ekonomi kreatif akan turut menggeliatkan pariwisata,” kata Eri dalam diskusi yang diikuti seluruh unsur pentahelix pariwisata.

Unsur pentahelix terdiri dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha pariwisata, komunitas dan media.

“Keterlibatan semua unsur dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif adalah mutlak. Tanpa kolaborasi, mustahil akan mampu melakukan peningkatan berarti, ” tukasnya.

Dalam diskusi pentahelix itu, Dinas Pariwisata Kota Padang menghadirkan akademisi sekaligus pelaku ekonomi kreatif Sasat Haris selaku pembicara.

Satria Haris menyebut, Kota Padang memenuhi kriteria sebagai kota kreatif. Akan tetapi sejauh ini Kota Padang belum menemukan branding yang pas sebagai label kota kreatif.

“Ada sektor kuliner, seni pertunjukan dan fesyen yang dominan, namun sejauh ini belum disepakati sektor mana yang lebih diunggulkan,” kata Haris.

Jika Ambon dikenal sebagai Kota Musik, sedangkan Kota Padang sendiri belum menyandang gelar kota kreatif sektor tertentu.

“Padang belum menyandang salah satu sub sektor ekonomi kreatif, seperti Ambon sebagai kota musik,” ujarnya.(d)

Berita Terkait

Leave a Reply