
PADANG – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang mulai melakukan antisipasi kerawanan tingkat inflasi menjelang Ramadhan. Menyusul kecenderungan naiknya harga sejumlah bahan pokok di sejumlah pasar, seperti minyak goreng, ayam, gula dan telur beberapa hari terakhir.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kota Padang Syahendri Barkah mengatakan, untuk antisipasi inflasi TPID Kota Padang mekukan rapat koordinasi TPID. Rakor diikuti seluruh pihak terkait; Bank Indonesia, Bulog, KADIN dan organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Padang di Balaikota Padang, Aia Pacah, Selasa (15/3/2022).
“Menjelang Ramadan, TPID berupaya melakukan pengendalian inflasi yang dioenharuhi naiknya harga kebutuhan pokok, ” kata Kabag Perekonomian yang akrab dengan sapaan Adek itu kepada wartawan.
Ia mengakui tingkat inflasi tahun ini relatif tinggi dibanding tahun 2021 lalu. Berdasarkan laporan Bank Indonesia, sudah di ambang garis merah yaitu mencapai 2,3 persen. Sedangkan 2021 hanya 0,1. Hal itu dipengaruhi fluktuasi harga dan euporia pasar seiring melandainya kasus pandemi covid-19.
“Di sisi lain tidak menutup kemungkinan akan ada pedagang yang memainkan spekulasi harga dengan penimbunan barang. Hal itu yang perlu diantisipasi, ” tukasnya.
Dalam Rakor TPID yang dibuka Asisten II Endrizal mewakili Walikota Padang tersebut melibatkan juga Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Padang yang diketuai Maigus Nasir. DMI bisa peran untuk pemberitahuan kepada masyarakat sekaligus memberikan pencerahan terhadap perilaku masyakat dalam berbelanja kebutuhan.
“Pihak DMI melui masjid dapat menghimbau masyarakat untuk mengontrol periku boros. Masyarakat agar tidak berlebihan dalam berbelanja kebutuhan dalam bulan puasa,” tukuk Adek. (d)







