Masjid "Terapung" Carocok Painan Diresmikan, Ini Makna dari Samudera Ilahi
  • Home
  • Berita
  • Masjid “Terapung” Carocok Painan Diresmikan, Ini Makna dari Samudera Ilahi

Masjid “Terapung” Carocok Painan Diresmikan, Ini Makna dari Samudera Ilahi

Image
Masjid "Terapung" Samudera Ilahi Pantai Carocok Painan diresmikan, Jumat (5/2/2021). (Zal)
Masjid “Terapung” Samudera Ilahi Pantai Carocok Painan diresmikan, Jumat (5/2/2021). (Zal)

Painan – Masjid Samudera Ilahi di Kawasan Objek Wisata Pantai Carocok Painan, Kecamatan IV Jurai diresmikan Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni pada Jumat (5/2).

Dalam sambutannya, Hendrajoni menerangkan makna dari pemberian nama Samudera Ilahi. Menurutnya, Samudera Ilahi memiliki makna batiniah yang sangat dalam.

Diantaranya diharapkan dapat menyadarkan umat tentang “lautan ketuhanan” dengan segala sifat-Nya, kebesaran Allah, Keagungan Allah, Kehalusan Allah. Pendekatannya adalah pendekatan rasa atau tasauf.

“Orang banyak tenggelam urusan dunia karena tidak menghidupkan rasa di dalam dirinya. Oleh karenanya, tenggelamlah di Samudera Ilahi sebelum engkau ditenggelamkan dunia,” ucapnya filosofis.

Pembangunan Masjid Samudera Ilahi ditujukan sebagai sarana ibadah bagi masyarakat dan pengunjung Pantai Carocok Painan. Sekaligus sebagai pusat informasi kebudayaan dan perkembangan agama Islam di Kabupaten Pesisir Selatan.

Diharapkan, keberadaan masjid tersebut dapat menjadikan Kabupaten Pesisir Selatan sebagai destinasi wisata terkemuka, terpopuler dan religius.

Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. H. Eka Putra Wirman, Lc, M.A menjadi khatib salat jumat perdana di masjid tersebut. Ia juga mengulas tentang nama Masjid Samudera Ilahi dalam khutbahnya. Menurutnya, kata Samudera menggambarkan Allah Maha Luas.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Pesisir Selatan, Syahriwan, ST mengatakan, pembangunan masjid sudah selesai 100 persen dan siap untuk difungsikan.

Masjid tersebut dibangun di pinggir Pantai Carocok Painan menjorok ke laut di atas lahan seluas 1.795 M2 sehingga disebut masjid terapung. Masjid yang menghabiskan anggaran sekitar Rp27,5 miliar itu terdiri dari bangunan utama dengan kapasitas 300 jamaah, selasar dan dua menara setinggi 32 meter beserta taman. (Zal)

Berita Terkait

Leave a Reply