Zonasi Covid-19 Sumbar, Sijunjung dan Payakumbuh Alami Kemajuan Penanganan Signifikan
  • Home
  • Berita
  • Zonasi Covid-19 Sumbar, Sijunjung dan Payakumbuh Alami Kemajuan Penanganan Signifikan

Zonasi Covid-19 Sumbar, Sijunjung dan Payakumbuh Alami Kemajuan Penanganan Signifikan

Image
Update zonasi Covid-19 Sumbar (ilustrasi/Kominfo Sumbar)
Update zonasi Covid-19 Sumbar (ilustrasi/Kominfo Sumbar)

PADANG – Kabupaten Sijunjung dan Kota Payakumbuh mengalami kemajuan cukup pesat dalam penanganan Covid-19 dalam sepekan terakhir. Sementara Mentawai masih berhasil mempertahankan daerah dengan nol kasus kematian akibat Covjd-19.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat Jasman Rizal selaku Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 provinsi menyebutkan, dua daerah tersebut berada di Zona Kuning atau daerah berrisiko rendah dengan skor tertinggi.

Dia menerangkan, pekan ke- 41 pandemi Covid-19 sebanyak tujuh kabupaten/ kota di Sumatera Barat ditetapkan sebagai daerah dengan status Zona Kuning.

“Berdasarkan hasil perhitungan 15 indikator data onset pada minggu ke-41 pandemi Covid-19, mulai tanggal 20 sampai 26 Desember 2020, tujuh daerah di Sumbar berstatus Zona Kuning,” sebut Jasman seperti disiarkan di website resmi pemerintah provinsi Sumatera Barat, Minggu (20/12/2020).

Zona Kuningi ditetapkan dengan skor terendah 2,41 dan tertinggi 3,00. Tujuh kabupaten dan kota yang berstatus Zona Kuning tersebut adalah Kabupaten Sijunjung dengan skor 2,57, Kota Payakumbuh skor 2,57 dan Kabupaten Dharmasraya skor 2,65.

Kemudian, Kepulauan Mentawai dengan skor 2,54, Kota Padangpanjang dengan skor 2,51 dan Kota Bukittinggi skor 2,48. Serta Kabupaten Solok Selatan dengan skor 2,43.

“Sijunjung dan Payakumbuh mengalami peningkatan signifikan dalam mengatasi penyebaran Covid-19 pada pekan lalu. Kabupaten Kepulauan Mentawai masih mempertahankan sebagai satu – satunya di Sumatera Barat yang belum ada kasus kematian akibat Covid-19,” tambah Jasman.

Sementara itu, 12 kabupaten/ kota lainnya masih berstatus Zona Oranye atau daerah dengan risiko sedang. Kategori ini memiliki skor 1,81 sampai 2,40.

Secara skor paling tinggi adalah Kota Padang dengan skor 2,37, Kota Pariaman skor 2,37, dan Kabupaten Tanah Datar skor 2,34. Kemudian Kabupaten Pesisir Selatan skor 2,30 dan Kabupaten Agam (lskor 2,28).

Berikutnya Kabupaten Padang Pariaman skor 2,27, Kabupaten Pasaman skor 2,25 dan Kota Solok skor 2,24. Kabupaten Pasaman Barat skor 2,23 dan Kabupaten Lima puluh Kota skor 2,20. Kota Sawahlunto skor 2,19 serta Kabupaten Solok skor 2,10.

Jasman memberi catatan, melihat skor tersebut, Kota Padang dan Kota Pariaman hampir mendekati status Zona Kuning. “Ini menunjukkan bahwa Kota Padang dan Kota Pariaman berhasil menekan laju perkembangan covid-19 di daerahnya,” ucap Jasman mengapresiasi.

Skor terendah Zona Kuning adalah Kabupaten Solok dan Kota Sawahlunto. Dia berharap semua kabupaten dan kota lebih mengintesifkan pemeriksaan sampel kepada warganya yang bertujuan agar penanganan penyebaran Covid-19 dapat lebih baik lagi.

Sementara itu, terhitung sampai hari Sabtu (19/12/2020), total kasus positif Covid-19 di Sumatera Barat adalah sebanyak 22.312 orang. Dari jumlah tersebut sudah dinyatakan sembuh sebanyak 20.292 orang atau 90.95 persen, dan meninggal 488 orang (2,19 persen).

Sisanya, masih menjalani perawatan atau isolasi. Rinciannya, 367 orang atau 1,64 persen masih menjalani perawatan di berbagai rumah sakit. Kemudian 1.060 orang atau 4,75 persen menjalani isolasi mandiri, 39 orang diisolasindi fasilitas provinsi serta 66 orang diisolasi di fasilitas kabupaten/ kota. (Febry)

Berita Terkait

Leave a Reply