PADANG – Tidak menyerah dengan situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), tiga pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat ini tetap eksis mengembangkan bisnis. Mereka adalah Ambun Suri, Seru Advertising, serta Keripik Mami yang merupakan mitra binaan Pertamina.
Pemilik Ambun Suri, Ida Arleni, mengungkapkan bisnis kerajinan bordir dan sulam miliknya sempat mengalami penurunan selama dua bulan terakhir. Namun, ia memutar otak dengan melakukan inovasi membuat masker kain dan penjualan secara daring.
“Selama pandemi COVID-19, kondisi bisnis tetap berjalan. Alhamdulillah, pesanan masker baik partai besar ataupun partai kecil tetap ada. Insya Allah bila kondisi terus baik seperti ini, dalam waktu dekat kami akan buka cabang di pusat kota Bukittinggi,” ujar Ida.
Senada dengan Ambun Suri, Keripik Mami yang merupakan usaha kerupuk kulit di kota Bukittinggi juga berinovasi. Pelaku usaha ini gencar memasarkan produk olahannya melalui pemasaran daring menggunakan aplikasi Whatsapp dan Instagram.
Sementara Seru Advertising yang bergerak di bidang percetakan di kota Bukittinggi , juga melakukan inovasi mengincar produk kesehatan seperti cetak timbul pada masker kain.
Roby Hervindo, Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menyebutkan, pihaknya memberikan dukungan kepada UMKM untuk tetap produktif di masa pandemi.
“Melalui Program Kemitraan, Pertamina memberikan bantuan permodalan bergulir lunak dan pengembangan usaha. Ditujukan untuk meningkatkan kemampuan UMKM agar menjadi tangguh dan mandiri,” katanya.
Dia menerangkan, Program Kemitraan (PK) Pertamina menyalurkan permodalan bergulir bagi Ambun Suri, Seru Advertising, serta Keripik Mami sebesar total 430 juta rupiah pada 27 Mei 2020. Program ini memberikan modal bergulir bagi UMKM hingga 200 juta rupiah, dengan masa tenor 3 tahun dan biaya administrasi tahunan hanya 3 persen.
UMKM yang menjadi mitra binaan Pertamina juga mendapatkan pengembangan usaha melalui pelatihan maupun promosi pemasaran.
“Ambun Suri, Seru Advertising, dan Keripik Mami juga telah bersedia konversi dari menggunakan elpiji 3 kg ke Bright Gas 5,5 kg. Ke depan, UMKM yang menjadi mitra binaan Pertamina MOR I juga akan mengikuti program konversi ini,” tambah Roby.
Konversi elpiji 3 kg ke Bright Gas ini ini merupakan bagian dari program Pinky Movement. Yaitu program permodalan lunak bagi UMKM yang dikombinasikan dengan konversi dari elpiji 3 kg ke Bright Gas.
“Kami berharap melalui Program Kemitraan dan Pinky Movement, semakin banyak UMKM Sumbar yang eksis dan kreatif dalam mengembangkan bisnisnya,” tutup Roby.*





