
SAWAHLUNTO – Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Asril menyebutkan, setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), siswa sekolah tetap belajar di rumah. Tidak ada ujian kenaikan kelas, hanya mengerjakan tugas di rumah sesuai kurikulum.
Hal itu disampaikan Asril, Kamis (4/6/2020) menyikapi persiapan Kota Sawahlunto menuju masa tatanan kehidupan normal baru (new normal) dari sisi lembaga pendidikan.
“Setelah PSBB, Sawahlunto mempersiapkan new normal. Siswa tetap belajar di rumah, tidak ada ujian kenaikan kelas diadakan di sekolah,” kata Asril.
Sementara untuk guru, menurut Asril, tetap hadir di sekolah mulai tanggal 8 sampai tanggal 20 Juni 2020. Karena untuk persiapan mengisi laporan pendidikan (buku rapor) siswa untuk dibagikan pada tanggal 20 Juni 2020.
“Pembagian rapor nanti dilakukan secara dalam jaringan melalui pesan aplikasi whatsapp kepada siswa,” ujarnya.
Terkait persiapan sekolah – sekolah menuju tatanan hidup normal baru, menurut Asril sedang disusun protokol yang akan diterapkan. Nanti akan disampaikan ke seluruh sekolah, baik itu sistem pembelajaran, jadwal serta kapasitas ruang belajar.
“Tahun ajaran baru nanti sudah bisa diterapkan,” tandasnya.
Setelah PSBB tahap III yang akan selesai tanggal 7 Juni 2020 mendatang, Kota Sawahlunto menerapkan pola tatanan hidup normal baru. Daerah ini tidak memperpanjang PSBB. Hal itu sudah disampaikan Walikota Sawahlunto Deri Asta dalam rapat koordinasi bersama Gubernur Sumatera Barat, kemarin. *
Reporter: Tumpak
Editor: Febry





