Nasrul Abit Kunjungi ITD, Pasien Pertama Sembuh Covid-19 di Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Nasrul Abit Kunjungi ITD, Pasien Pertama Sembuh Covid-19 di Sumbar

Nasrul Abit Kunjungi ITD, Pasien Pertama Sembuh Covid-19 di Sumbar

Wagub Sumbar Nasrul Abit mengunjungi pasien Covid-19 yang telah sembuh di Batusangkar, Tanahdatar, Selasa (7/4/2020). (ist)

TANAHDATAR – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengunjungi ITD, pasien pertama corona virus disease 2019 (Covid-19) di rumahnya di Kabupaten Tanahdatar, Selasa (7/4/2020).

ITD, perempuan berusia 40 tahun, ASN di Tanahdatar, merupakan orang pertama yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 di Sumatera Barat. ITD menjalani perawatan selama 19 hari di Rumah Sakit Ahmad Mukhtar (RSAM) Bukittinggi.

Dengan kesembuhan ITD, Nasrul Abit mengungkapkan optimistis bahwa corona bisa disembuhkan.

“Ini bukti bahwa penyakit akibat covid-19 bisa disembuhkan. Namun yang kita butuhkan sesungguhnya adalah mencegah, memutus mata rantai penyebarannya,” kata Nasrul.

Untuk itu, dia berpesan untuk pasien yang masih positif Covid-19 agar tetap bersemangat untuk sembuh. Sekaligus ia berpesan agar menjalani aturan isolasi dengan baik agar tidak menularkan kepada anggota keluarga dan orang lain.

“Karena penyebarannya melalui kontak langsung antar orang, dari yang positif kepada orang lain, maka harus diperhatikan dengan baik aturan isolasi diri agar tidak menularkan kepada anggota keluarga dan orang lain sampai benar – benar sembuh,” sarannya.

Nasrul Abit meminta masyarakat untuk tidak mengucilkan atau menghakimi orang yang terjangkit Covid-19. Justru yang perlu diberikan dorongan agar bersemangat untuk sembuh karena Covid-19 dapat dikendalikan.

“Beri dukungan kepada saudara – saudara kita yang sakit untuk sembuh. Dukung mereka untuk menjalani masa isolasi, jangan malah dikucilkan. Butuh dukungan bersama untuk memutus mata rantai Covid-19,” lanjutnya.

Nasrul Abit juga meminta masyarakat untuk tidak malu memeriksakan diri, jika khawatir pernah melakukan kontak dengan orang yang terpapar Covid-19. Atau baru datang dari luar daerah, yang sedang terpapar wabah pandemik tersebut.

“Segera periksakan diri, jangan malu. Ini bukan aib yang harus ditutupi tetapi penyakit yang harus dibasmi secara bersama – sama. Kuncinya harus jujur, kalau ditutupi, wabah ini akan semakin menyebar tak terkendali,” harapnya.

Menerima kunjungan wakil gubernur, ITD mengungkapkan, dia berhasil sembuh karena dukungan dan doa dari semua orang terutama keluarga. Selain itu, dedikasi tenaga medis dalam melakukan penanganan juga turut mempercepat kesembuhannya.

“Terima kasih untuk semua yang telah mendukung saya untuk sembuh. Terimakasih juga kepada tim medis RSAM yang penuh dedikasi memberikan pelayanan yang maksimal kepada pasien,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, banyak belajar selama masa perawatan. Perjuangan berat melawan Covid-19 membuatnya semakin dekat dengan Allah SWT. Dia banyak berdoa, dan itu membuatnya semakin yakin untuk sembuh.

Kepada sesama pasien yang masih menjalani perawatan, dia berpesan agar tetap semangat. Tetap disiplin dan mengikuti arahan dari tim medis yang menangani.

Sebelumnya diberitakan, ITD menjadi pasien pertama yang sembuh dari Covid-19 di Sumatera Barat. ITD menjalani perawatan di RSAM Bukittinggi sejak tanggal 19 Maret 2020.

ITD tidak tahu pasti, dimana ia bisa terpapar Covid-19. Dia mengalami sakit sepulang dari perjalanan dinas ke Jakarta.

Langsung dirujuk ke RSAM dan hasil uji swab menunjukkan positif. Setelah menjalani perawatan dan dua kali uji labor dengan hasil negatif akhirnya dia dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Sementara itu, data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di situs corona.sumbar.go.id, update Selasa 7 April 2020, tercatat jumlah kumulasi pasien konfirmasi positif Covid-19 di Sumatera Barat sebanyak 21 orang.

Rinciannya 9 orang masih dirawat, 10 orang isolasi di rumah. Kemudian, 1 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia.

Sedangkan, kumulasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 91 orang. 63 orang dinyatakan negatif, sementara yang masih dirawat atau menunggu hasil uji sebanyak 21 orang dan 7 orang isolasi mandiri.

Kumulasi jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 3.873 orang. Dari jumlah tersebut, 2.187 orang sudah selesai pemantauan dan 1.686 orang masih proses pemantauan. F

Berita Terkait

Leave a Reply