Prakiraan BI: Ekonomi Sumbar 2019 Tumbuh Stabil
  • Home
  • Berita
  • Prakiraan BI: Ekonomi Sumbar 2019 Tumbuh Stabil

Prakiraan BI: Ekonomi Sumbar 2019 Tumbuh Stabil

PADANG – Bank Indonesia memprakirakan, perekonomian Sumatera Barat tahun 2019 tumbuh stabil dibanding tahun 2018. Laju pertumbuhan ekonomi (PE) Sumatera Barat diperkirakan akan berada pada rentang 4,8 – 5,2 persen (year on year/ yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat Wahyu Purnama A, memaparkan hal itu dalam pertemuan tahunan, Rabu (4/12/2019). Menurutnya, PE 2019 sedikit lebih rendah dibanding pertumbuhan tahun 2018 yang sebesar 5,14 persen (yoy).

“Sumber utama perlambatan ekonomi berasal dari tren menurunnya pertumbuhan investasi swasta sejak tahun lalu,” kata Wahyu.

Selain itu, perlambatan juga dipengaruhi oleh masih rendahnya permintaan global. Serta maraknya penerapan proteksionisme perdagangan internasional yang berdampak kepada kinerja ekspor secara keseluruhan.

Dia menyebut, pertumbuhan konsumsi rumah tangga menjadi sektor penopang PE Sumatera Barat tahun ini. Demikian juga dengan peningkatan konsumsi pemerintah yang tumbuh moderat.

“Sementara itu kondisi harga komoditas yang terus turun diprakirakan akan menjadi faktor penahan pertumbuhan ekonomi yang sedikit melambat pada tahun 2019,” ulasnya.

Sementara itu, laju inflasi Sumatera Barat diprakirakan sedikit meningkat, meski masih berada dalam rentang target 3,5 persen plus minus 1 persen. Inflasi tahunan Sumatera Barat pada bulan Oktober 2019 tercatat 2,39 persen, sedangkan inflasi tahun 2018 sebesar 2,60 persen.

“Meningkatnya tekanan inflasi tahun 2019 terjadi karena tingginya inflasi bahan makanan, terutama cabai merah, bawang merah dan bawang putih karena terbatasnya pasokan,” terang Wahyu.

Dari sisi perkembangan perbankan, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dan kredit pembiayaan hingga Oktober 2019 meningkat dibanding Desember tahun 2018. DPK tumbuh sebesar 6,35 persen (yoy) dan kredit/ pembiayaan tumbuh sebesar 4,69 persen (yoy).

“Mengindikasikan kondisi usaha dan daya beli masyarakat yang masih terjaga,” sebutnya.

Dia menambahkan, di tengah pertumbuhan kredit yang mulai meningkat, Loan to Deposit Ratio (LDR) dan rasio Non Performing Loan (NPL) di Sumatera Barat tetap stabil. LDR hingga Oktober 2019 berada pada level 127,6 persen dengan rasio NPL yang rendah pada level 3,0 persen.

“Sementara itu kredit UMKM masih tumbuh dua digit sebesar 10,3 persen (yoy) dengan rasio NPL yang perlu diperhatikan sebesar 5,1 persen, di tengah kondisi perekonomian nasional dan global yang belum kondusif,” katanya.

Pertemuan tahunan Bank Indonesia Sumatera Barat itu dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), bupati dan walikota se-Sumatera Barat. Juga hadir pimpinan OJK wilayah Sumatera Barat, pimpinan instansi vertikal dan perwakilan usaha jasa keuangan.

Irwan Prayitno berharap, ke depan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat dapat tumbuh lebih baik lagi. Untuk itu, ia mengharapkan dorongan dari semua pihak dalam meningkatkan sektor-sektor terutama UMKM dan masuknya investasi. (fdc)

Berita Terkait

Leave a Reply