
PADANG – Baru beberapa pekan saja beroperasi, Bank Sampah Al Hijrah Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan mulai ramai nasabah yang menyetor. Sampah setoran nasabah tersebut ditimbang dan dihitung nilainya, kemudian diolah lagi menjadi barang bernilai ekonomis.
Proses penimbangan setoran nasabah bank sampah Al Hijrah kali ini disaksikan langsung Camat Padang Selatan Fuji Astomi di Rawang, Kamis (05/09/19).
Camat mengapresiasi kegiatan bank sampah Al-Hijrah, karena memanfaatkan barang-barang bekas yang bagi orang lain telah dibuang. Artinya, kelompok pengelola bank sampah ini mampu menjadikan sesuatu yang dianggap tidak berguna menjadi barang bernilai ekonomis.
“Ini apresiasi, karena disini sampah bisa dipilah dan dimanfaatkan lagi jadi bernilai ekonomis,” kata Tomi, begitu dia disapa.
Menurutnya, kegiatan ini akan memberi dampak positif untuk masyarakat Kota Padang. Hal ini akan mengurangi sampah rumah tangga sampai ke tempat pembuangan sementara (TPS) dan tempat pembuangan akhir (TPA).
“Keberadaan bank sampah yang aktif menampung sampah terpilah akan memberi dampak positif bagi masyarakat. Lingkungan akan bersih jika hal ini konsisten dan efektif dilakukan,” tegasnya.
Dengan adanya bank sampah Tomi mengajak masyarakat untuk mengumpulkan sampah-sampah di sekitar, lalu kita tukarkan di disini.
“Jangan malas mengumpulkan sampah apalagi dibuang di sembarang tempat, karena sampah sekarang masih ada nilai ekonomisnya, ibu-ibu di Rawang sudah membuktikannya,” ujar Tomi.
Lebih lanjut Tomi mengatakan, bank sampah Al- Hijrah ini harus terus eksis dan konsisten. Bila perlu, bank sampah yang ada di Rawang ini bisa menjadi percontohan, minimal bagi kelurahan lain di Kecamatan Padang Selatan.
Sementara itu Lurah Rawang Andi Amir menyampaikan, pengelolaan sampah bagi nasabah bank sampah Al Hijrah menerima yang sudah terpilah.
“Barang bekas dari bank sampah diolah lagi oleh kelompok UMKM menjadi barang bernilai ekonomis. Diantaranya berupa tas, pot bunga dan kotak tisu,” pungkas Andi.(der)





