Evaluasi Microfilaria, Timkes Lakukan Cek Darah di 44 Sekolah Dasar di Mentawai
  • Home
  • Berita
  • Evaluasi Microfilaria, Timkes Lakukan Cek Darah di 44 Sekolah Dasar di Mentawai

Evaluasi Microfilaria, Timkes Lakukan Cek Darah di 44 Sekolah Dasar di Mentawai

PADANGMEDIA. COM – Filariasis atau penyakit kaki gajah adalah penyakit menular yang mengenai saluran dan kelenjar limfe disebabkan oleh cacing filarial yang ditularkan oleh nyamuk.

Penyakit itu bersifat kronis walaupun tidak menyebabkan kematian. Namun, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin pada perempuan dan laki-laki. Akibatnya, penderita tidak dapat bekerja secara optimal bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga menjadi beban masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, Lahmuddin Siregar menyebutkan, sekarang sudah dilakukan Survey Darah Jari (SDJ) dan Transmission Assesment Surveys (TAS) di 44 sekolah dasar yang berada di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Tim yang melakukan pemeriksaan darah tersebut mulai sejak 24 April hingga 5 Mei 2019 kemaren. Terdiri dari tim Kementerian kesehatan, Balai Teknologi Lingkungan Medan, BTL Batam, Dinkes Provinsi dan Dinkes Mentawai.

Dikatakan, target sampel darah yang diambil timkes itu sebanyak 1496. Namun, pengecekan yang dilakukan hanya sebanyak 1392. Dari hasil pengecekan tersebut, timkes menemukan ada 6 yang positif.

“Jadi, kalau ditemukan yang positif di bawah 16 orang kategorinya masih bagus. Akan tetapi, kalau lebih dari 16, maka akan dilakukan pengobatan ulang secara massal,” kata Lahmuddin kepada padangmedia.com, Kamis (9/52019).

Ia menjelaskan, pengecekan darah untuk sampel dilakukan sekali dua tahun dan sekarang baru tahap pertama. Kalau dua tahun lagi tidak ditemukan, maka Mentawai dinyatakan bebas dari penyakit kaki gajah.

Lebih lanjut, Lahmuddin mengatakan, untuk menanggulangi hal tersebut, jalan yang ditempuh memutuskan mata rantai penularan dengan Pemberian Obat Massal.

Pencegahan Filariasis (POMP filariasis) di daerah endemis dengan menggunakan Diethyl Carbamazine (DEC)6 mg/kg berat badan yang dikombinasikan dengan albendazole 400 mg sekali setahun. Dilakukan minimal 5 tahun berturut-turut, tuturnya. (ers)

Berita Terkait

Leave a Reply