
PADANG – Rencana pembangunan proyek pusat perbelanjaan di Kota Padang, Sumatera Barat, Padang Landmark direncanakan dimulai tahun ini. Proyek berlokasi Jalan Khatib Sulaiman, Padang tersebut akan dibangun memanfaatkan dana investasi dari Reksadana Penyertaan Modal Terbatas (RDPT) senilai Rp290 miliar.
Prita Ilham Poempida, Direktur Bowsprit Asset Management, manajer investasi atas pendanaan proyek tersebut memastikan hal itu dikonfirmasi Kamis (21/3/2019).
“Proyek ini akan dibangun dengan dana yang berhasil dihimpun melalui RDPT sebesar Rp290 miliar,” kata Prita.
Dia menyebutkan, ancang – ancang proyek tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2013. Kemudian, pada tahun 2015, dimulai proses penghimpunan dana investasi melalui RDPT hingga terkumpul sesuai target dana yang dibutuhkan. Prita menegaskan, pihaknya berkomitmen menjaga kepercayaan investor yang telah ikut dalam pembiayaan.
Pembangunan Padang Landmark tersebut, menurut Prita, untuk tahap awal adalah sebagai pusat perbelanjaan. Dia belum memastikan, apakah namanya masih tetap Padang Landmark atau diganti dengan nama lain. Namun yang pasti, diharapkan, berdirinya pusat perbelanjaan itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan kemajuan pembangunan daerah.
Terpisah, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno membenarkan mengenai kepastian dimulainya pembangunan proyek tersebut tahun ini.
“Informasi dari pihak pengembang, tahun ini (pembangunannya) jalan,” katanya.
Dia menerangkan, pemerintah daerah sangat terbuka terhadap masuknya investasi. Pemerintah juga akan berupaya memberikan jaminan kenyamanan pemilik modal dalam berinvestasi.
Irwan menyebutkan, masih banyak potensi pembangunan sektor riil di Sumatera Barat bisa didanai investasi melalui RDPT. Selain pembangunan pusat perbelanjaan, bisa juga proyek rumah sakit, pembangunan jalan tol, perusahaan air minum dan sebagainya. (fdc)





