Begini Sosok Nedi Gampo di Mata Penyanyi Buset
  • Home
  • Berita
  • Begini Sosok Nedi Gampo di Mata Penyanyi Buset

Begini Sosok Nedi Gampo di Mata Penyanyi Buset

Musisi Nedi Gampo di salah satu video klipnya. (youtube)

PADANG – Kepergian musisi kocak Minang, Nedi Gampo menyisakan kehilangan bagi rekan-rekan musisi lainnya.
Buset salah satunya. Buset yang memiliki nama asli Budi Setia mengatakan, sosok Nedi Gampo merupakan pribadi yang pantang menyerah.

“Bahkan, meskipun dia dalam keadaan sakit, tetapi tidak pernah menampakkannya,” kata Buset kepada padangmedia.com saat ditemui di pemakaman di Batusangkar, Kamis (28/2) sore.

Sebagai salah satu artis senior, Nedi Gampo menurut Buset adalah sosok yang tidak mau merepotkan orang lain. Ia juga pribadi yang memperjuangkan nasib rekan sesama artis.

“Beliau seorang pembina dalam Persatuan Artis Komedi Indonesia (Paski) Sumatera Barat. Bagi saya, ia adalah seorang yang menjadi motivasi saya. Semoga beliau ditempatkan di tempat yang baik,” harapnya.

Nedi Gampo lahir pada 23 April 1965 di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar dengan nama asli Nedi Erman.  Nedi Gampo dikenal sebagai pembawa acara, pelawak, penyanyi, dan pencipta lagu pop Minang.

Dilansir dari wikipedia, Nedi Gampo memulai karier pada tahun 1990-an dengan memakai nama panggung Nedi Gampo. Gampo berarti gempa dalam bahasa Minang. Saat itu, lagu-lagunya diputar dengan pemutar musik tape dari kaset berpita hitam. Ia mengaku terinspirasi dari penyanyi legendaris Minang, Zalmon.

Nedi Gampo dikenal sebagai penyanyi dengan sentuhan lirik yang mengocok perut. Meskipun dengan penyampaian yang lawak, tetapi banyak sekali pesan dan pembelajaran yang bisa dipetik dari lagu-lagunya. Nedi Gampo lewat liriknya juga leluasa menyuarakan kritikan sosial, yang salah satunya tersaji di album Dimakan Caciang.

Beberapa album yang pernah ditelurkan oleh Nedi Gampo di antaranya, Sagalo Gadang (1993), Pisau Silet (1995), Aki Suak (1996), Jawinar (1998), Bangku Angek (2000), Uwia-uwia Mintak Gatah (2001), Dimakan Caciang (2005), Angguak-Angguak Geleng (2007), dan Barangkek Kosong (2008).

Sebelum meninggal, Nedi Gampo terdaftar sebagai calon anggota legislatif untuk DPRD Sumatera Barat dari Partai Gerindra. (haries)

Berita Terkait

Leave a Reply