
AGAM – Perempuan menjadi guru, guru siaga bencana dan rumah menjadi sekolahnya. Demikian dikatakan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Agam, Yunaidi, M.Pd, saat membuka sosialisasi sekaligus peragaan simulasi evakuasi mandiri terhadap murid dan guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) SMPIT dan TKIT, Yayasan Generasi Muda (GEMA) Al Madani Lubuk Basung, Jumat (22/2).
“Kenapa perempuan dijadikan guru. Karena, mayoritas korban bencana adalah perempuan. Untuk itu, kita siapkan guru siaga bencana dan rumah menjadi sekolahnya,” ujarnya.
Dikatakan, keselamatan diri sendiri bagi kaum perempuan terkesampingan. Perempuan sebagai ibu memikul banyak tugas yang diemban. Untuk itu, perlu pembekalan seorang guru perempuan dibekali dengan latihan siaga bencana.
Kepala SDIT, Nofi Juliasni, S.Pd, pada kesempatan itu mengucapkan terimakasih atas pemberian pengetahuan dan keterampilan mitigasi bencana terhadap murid bersama guru. “Simulasi gempa bagi murid dan guru baru pertama kali diterima. Banyak manfaat dan pengetahuan yang diserap dari narasumber. Apalagi kita memiliki gedung bertingkat, perlu beberapa kali latihan evakuasi mandiri,” ujarnya.
Seperti diketahui, kegiatan sosialisasi dan simulasi bencana gempabumi yang digelar tim BPBD Agam tersebut sebagai bentuk pengisian kegiatan dalam rangka persiapan memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2019, yang jatuh pada tanggal 26 April mendatang. (fajar)





