
MEDAN – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional ke 28 dibuka, Minggu (7/10) malam oleh Presiden Jokowi di Gedung Serba Guna, Jalan Wiliam Iskandar, Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut). MTQ nasional ke 28 diikuti oleh 1.550 khafilah dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.
Jokowi pada kesempatan itu menyatakan, MTQ jangan hanya dijadikan sebagai acara rutin, tapi jadikan MTQ sebagai suntikan energi bagi umat Islam di Indonesia untuk membumikan Al Quran dalam dunia nyata. “Bumikan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim,” kata Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan MTQ Nasional XXVIII.
Dikatakan, seharusnya merasa damai setiap kali membaca Al Quran, merasa tentram setiap kali mendengarkan alunan ayat suci Alquran. Perasaan damai dan tentram itu, lanjut Kepala Negara, harus dirawat dan ditularkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya percaya dengan begitu tidak ada lagi yang namanya hoax, yang namanya fitnah memfitnah, caci mencaci diantara sesama umat. Tidak ada lagi gesekan antar sesama saudara sebangsa dan setanah air Indonesia,” tegas Kepala Negara.
Ditambahkan oleh Presiden Jokowi, bahwa gesekan-gesekan itu semua itu kadang terjadi hanya karena urusan kecil, hanya karena urusan beda pilihan politik, hanya karena ego masing-masing.
Presiden juga mengingatkan, bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, yang menjadi berkah bagi alam semesta, yang membawa kebaikan bagi umat dan bagi Indonesia. Karena itu, ia mengingatkan, sebagai umat muslim harus menjaga kerukunan, persaudaraan, dan persatuan, karena itu adalah kekuatan utama bangsa Indonesia untuk bergerak maju dan menjadi sumber energi untuk mewujudkan Indonesia yang baldatun toyyibatun warabbun ghofur.
Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengajak semua yang hadir dalam acara tersebut untuk bersama-sama membacakan surat Al Fatihah bagi korban bencana alam di Sulawesi Tengah dan para keluarga yang selamat agar diberi kesabaran dan ketabahan.
Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menko PMK Puan Maharani, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, Menag Lukman Hakim Syaifudin, Seskab Pramono Anung, Ketua DPD RI Oesman Sapta Oedang, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan para Duta Besar Negara Sahabat. (rin/*)






