
PADANGPANJANG – Kepala Bidang Kesehatan Hewan Kota Padangpanjang, drh.Wahidin Beruh berharap agar tahun depan tak ada lagi sapi betina yang dijadikan hewan kurban. Karena, masih didapati sapi betina yang dijadikan hewan kurban di Padangpanjang.
“Jauh hari kami sudah melaksanakan sosialisasi kepada semua pihak, baik toke atau pembeli bahwa kalau membeli sapi jangan sampai ada yang betina karena dapat menghambat upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat tanpa impor dan mengurangi populasi sapi,” ujar Wahidin saat memeriksa daging sapi setelah disembelih, Kamis (23/8) di Masjid Assyfa.
Sebenarnya, kata Wahidin, dalam syariat Islam tidak ada larangan tegas terhadap penyembelihan sapi betina untuk kurban. Ibadah kurban dilaksanakan oleh umat Islam berdasarkan tuntunan syariat.
Sebagian masyarakat bisa saja lebih memilih menggunakan dalih agama yang memperbolehkan berkurban dengan sapi betina.
“Kami harap masyarakat terutama masyarakat Kota Padang Panjang tidak melakukan kurban terhadap hewan betina lagi. Kami menghimbau agar semua yang melakukan qurban, semblih lah sapi jantan jangan yang betina,” tutup Wahidin.
Dinas Pangan dan Pertanian Padangpanjang sudah menyiapkan sebanyak 32 orang petugas untuk memeriksa hal tersebut.
“Kami selaku petugas sudah melaksanakan tugas seperti biasanya, cuma ada rintangan yang tak bisa kami elakkan, dimana para toke atau pembeli sapi tersebut yang harusnya sapi sudah kami periksa 3 minggu sebelum di qurbankan, kebanyakan datang satu hari sebelum dan pas hari lebaran Idul Adha. Itu yang membuat kami agak sulit untuk memastikan hewan tersebut sehat,” jelas Wahidin. (de)





