
MENTAWAI – Generasi muda merupakan aset bangsa yang harus disiapkan dengan benar, sehingga kelak bisa memimpin bangsa ini serta membawa kesejahteraan dan kejayaan bangsa indonesia.
Dandim 0319 Mentawai, Letkol. Czi. Didid Kusnadi menyampaikan, untuk menciptakan generasi muda yang tangguh dan cinta akan bangsa dan negara, sangat penting pembinaan generasi muda melalui pembinaan wawasan kebangsaan.
“Sebagai generasi muda harus mempunyai rasa wawasan kebangsaan yang tinggi, jangan terpengaruh oleh budaya asing yang tidak sejalan dengan norma-norma bangsa Indonesia, serta jangan mudah terpengaruh dengan paham radikalisme yang akan mengadu domba,” kata Didid Kusnaidi di Aula SMA 2 Sipora Utara , Senin (28/5).
Menurutnya, melalui wawasan kebangsaan Kodim 0319 mentawai siap membina dan membentuk masyarakat yang berkarakter, guna menumbuhkan rasa cinta tanah air serta mempererat ke bhineka tunggal ika an dalam menjaga keutuhan NKRI.
Pada prinsipnya mempelajari dan memahami wawasan kebangsaan sangat besar manfaatnya terutama bagi pelajar, tentunya para generasi muda harus tahu bahaya narkoba, paham radikalisme serta menjaga kebersamaan, kerukunan, keutuhan berbangsa.
Selain itu, lanjutnya, memiliki rasa kebangsaan harus dimulai dari menumbuhkan rasa kesatuan tekad dan perasaan sesama masyarakat.
“Terutama adalah mewujudkan kesetian dalam bermasyarakat terhadap pemerintah dan rela berkorban demi menegakkan persatuan dan kesatuan bangsa khusus di bumi sikerei,” ujarnya.
Didid mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memebina mental, jiwa korsa dan menciptakan kebersamaan kepada masyarakat dan organisasi serta loyalitas yang tinggi.
Di akhir materi, Dandim berpesan kepada pelajar sebagai generasi muda bisa menjadi contoh baik dalam hal kedisplinan, cinta tanah air, rela berkorban, perlakuan kepada bendera dan lambang Negara.
“Diharapkan para generasi muda harus mampu melawan kelompok yang mau mengganti ideologi pancasila dengan paham lain serta mewaspadai kelompok garis keras yang mau merongrong kewibawaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tukasnya. (Ers)





