
MENTAWAI – Konflik terorisme yang terjadi di wilayah Indonesia bukan perang antar lintas agama, jangan menjadi konflik yang meluas dan menyebabkan perpecahan antar sesama, mari kita jaga keberagaman di bumi sikerei.
Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas sabaggelet menegaskan agar warga terus meningkatkan kebersamaan dan kekompakan antar umat beragama, bukan menciptakan perpecahan dengan saling tuding menuding.
“kita semua harus membiasakan mendidik dan memberikan contoh serta sosialisasi tentang apa itu radikalisme dan akibatnya bagi penerus bangsa dan keluarga khususnya di tengah masyarakat kepulauan mentawai, tuturnya, Kamis (17/5/2018).
Dandim 0319 mentawai, Letkol. Czi . Didid Kusnadi mengatakan, personel TNI telah melaksanakan pengamanan wilayah dalam menangkal paham radikalisme dan sentimen keagaman pasca serangan teror.
“Saat ini telah dilakukan pemasangan spanduk dengan muatan kerukukan antar umat beragama, teroris musuh bersama dan keberagaman serta kemajemukan itu indah,” ucapnya.
Menurutnya, teroris kemungkinan kecil akan melakukan amaliyah didaerah kepulauan mentawai kuhususnya di pulau terluar, karena kepulauan mentawai masih di anggap sebagai daerah yang luas dan masih kuat dengan agama dan adat istiadat.
Sementara Tokoh Lintas Agama di wakili Ustaz Perangin-angin mengatakan, perilaku terorisme disebabkan oleh dangkalnya pemahaman aqidah dan wawasan keagamaan umat pemeluk agama.
“Diperlukan optimalisasi pendidikan agama. Selain unsur aqidah dan agama, pelaku terorisme juga disebabkan oleh motif ekonomi,” ujarnya. (Ers)





