
SAWAHLUNTO – Pola pengasuhan zaman dahulu sudah sangat jauh berbeda dengan sekarang. Jika dulu anak yang lambat pulang bermain atau salah melafalkan ayat saat mengaji biasa diganjar dengan pukulan atau cubitan. Namun, sekarang hal itu jangan lagi dicoba karena bisa tersandung Undang-undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Hal itu disampaikan Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf pada kegiatan ceramah motivasi “Mengasuh Dengan Bahasa Cinta“ yang digelar GOW Sawahlunto di aula BDTBT Sei.Durian, Selasa (27/10). “Pernah kita dengar, ada orang tua yang diadukan hanya karena keras atau memukul anak karena nakal,“ ungkap Ali Yusuf pada acara yang juga dihadiri Ketua TP PKK, Yenny Ali Yusuf, Ketua GOW, Eka Ismed dan kelompok organisasi wanita di kota itu.
Sekaitan dengan pengasuhan dengan bahasa cinta tersebut, kata Ali, program Magrib mengaji sangat relevan dengan hal itu. Dengan mematikan siaran televisi serta menyempatkan diri mengaji setelah shalat Magrib akan ada kedekatan serta kesejukan di tengah keluarga muslim di kota ini.
Kegiatan motivasi yang digelar GOW Sawahlunto tersebut diharapkan bisa lebih menggiatkan dan membawa ibu dan keluarga membuka paradigma mendidik atau mengasuh anak dengan bahasa cinta. “Semoga ada semangat kasih sayang di tengah-tengah keluarga yang ada di kota ini,” kata Wako. (tumpak)






