
PADANG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menggandeng masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait, dalam rangka meningkatkan pengawasan pemilu. Pengawasan partisipatif diharapkan dapat mencapai tujuan menciptakan pemilu berintegritas.
Anggota Bawaslu RI, Rahmad Bagja dalam sosialisasi tatap muka dengan stakeholder di Padang, Kamis (16/11) menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan jalannya pemilihan. Menurutnya, Bawaslu dan jajarannya tidak akan optimal melaksanakan pengawasan tanpa bantuan dari masyarakat.
“Pengawasan partisipatif ini sangat penting dan strategis untuk mengoptimalkan kinerja pengawasan jalannya pemilu,” katanya.
Bagja menyebutkan, dengan keterbatasan personil yang dimiliki, peran aktif masyarakat menjadi salah satu dukungan yang sangat membantu pengawasan. Untuk itu, masyarakat dan stakeholder terkait perlu diberikan pemahaman mengenai aturan main pemilu.
Dia menambahkan, Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 memberikan penguatan kelembagaan kepada Bawaslu. Namun, penguatan itu disertai dengan beban berat yang harus diemban sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
“Masyarakat dapat membantu Bawaslu dalam menciptakan pemilu berintegritas dengan ikut mengawasi jalannya tahapan pemilihan. Dengan keterbatasan personil, Bawaslu membutuhkan bantuan masyarakat dan seluruh pihak,” ujarnya.
Sosialisasi tatap muka Bawaslu untuk peningkatan partisipasi dalam pengawasan tersebut digelar berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2018. Di Sumatera Barat, ada empat kota yang akan menggelar pilkada yaitu Kota Padang, Kota Padangpanjang, Kota Pariaman dan Kota Sawahlunto. (feb)






