
PADANG – Memeriahkan HUT Kota Padang ke -348 hari ini, Senin (7/8), Kota Padang diramaikan oleh pawai telong- telong se Kota Padang. Pawai digelar dengan start di Lapau Panjang Cimpago (LPC) Pantai Padang, Minggu (6/8) malam pukul 20.00 WIB.
Salah satu penampilan yang unik adalah peserta dari Kelurahan Belakang Tangsi Tanah Broyo Kecamatan Padang Barat yang turut ikut mewarnai kemeriahan pawai telong – telong. Mereka menampilkan keberagaman masyarakat dengan menyertakan masyarakat dari berbagai suku, etnis dan agama.
Perwakilan warga menampilkan miniatur dari enam rumah ibadah, yakni Masjid, Gereja, Gereja Kapel, Pura, Vihara dan Litang / Klenteng. Dari miniatur enam rumah ibadah tersebut, warga ingin menyampaikan pesan tentang keberagaman yang ada di Kota Padang.
“Memang di Kelurahan Belakang Tangsi Tanah Broyo ini masyarakatnya beragam, baik itu agama, suku dan etnis. Nah, ini yang sedang kita bina saat ini. Kita inginkan Kelurahan Belakang Tangsi ini seperti Indonesia Mini. Dengan keberagaman, selalu tetap satu dalam kedamaian demi kemajuan Kota Padang ke depan,” kata Lurah Belakang Tangsi M.Sidik.
M Sidik berharap Kota Padang makin berjaya dan semakin berseri ke depan. Apalagi saat ini pembangunan sudah semakin menggeliat. Ditambah dengan perolehan Piala Adipura bertepatan dengan momen HUT ke 348 ini. “Semoga ke depan makin baik lagi,” katanya.
Sementara, Ketua LPM Kelurahan Belakang Tangsi Zulkufli Aziz berharap kemeriahan memperingati HUT Kota Padang ke-348 tidak hanya kegiatan seremonial saja, tapi lebih pada memupuk rasa kebersamaan dari warga Kota Padang. Khusus masyarakat Kelurahan Belakang Tangsi, pada HUT Kota Padang kali ini, mengambil tema “Indahnya Kebersamaan”.
“Dengan keberagaman agama, suku, dan etnis, kita kunci dengan kata-kata spirit dari Keluruhan Belakang Tangsi, yakni BETA ADA (Bersatu Elok Tertib Aman Adil Damai dan Agamis). Dengan moto BETA ADA inilah menjadi sipirit pembangun ke depan,” kata Zulkifli Aziz yang juga salah satu tokoh masyarakat Kota Padang yang meraih penghargaan pin emas dalam HUT Kota Padang kali ini pada kategori pemberdayaan wanita yang akan disematkan oleh Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah dalam paripurna di DPRD Padang Senin 7 Agustus 2017.
Ketua RT 01/RW 06, Nurdim Kamal menyampaikan, kegiatan itu merupakan swadaya masyarakat. Menurutnya, Keluruhan Belakang Tangsi merupakan gabungan dari tiga kelurahan lama, yakni Belakang Tangsi, Tanah Broyo dan Parak Karambia. Dengan gabungan tiga kelurahan itu, tidak ada lagi yang merasa hebat, baik itu Tanah Broyo, Belakang Tangsi, maupun Parak Karambia. Semuanya bersatu dalam satu Kelurahan Belakang Tangsi.
“Melalui keberagaman, rasa persatuan, kebersamaan, tetap saling bahu- membahu, menjalin hubungan silaturahmi yang baik. Walaupun kita beragam, namun tetap satu untuk lebih baik lagi,” ungkapnya. (baim)





