
JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menegaskan, hal paling mendasar dalam peningkatan kesiapsiagaan bencana adalah cetak biru atau blueprint pembangunan manusia menghadapi bencana.
Hal itu disampaikan dalam sambutan pascalatihan kesiapsiagaan bencana dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional di Jakarta, Rabu (26/4). Menurutnya, masyarakat hendaknya memiliki kemampuan mengenal risiko, mengelola ancaman dan memiliki daya lenting dalam menghadapi bencana.
“Satu hal paling mendasar yang akan dicapai yaitu cetakbiru atau blueprint pembangunan manusia dalam menghadapi bencana,” kata Willem.
Dia mengharapkan bahwa masyarakat memiliki kemampuan untuk mengenal risiko, mengelola ancaman, dan mempunyai daya lenting. Terbangunnya kesadaran naluri kesipasiagaan yang baik, akan lebih banyak orang terselamatkan.
“Kapasitas soft skills wares inilah yang terus menerus kita sampaikan dan tingkatkan kepada masyarakat. Di samping itu, tentu penting dukungan mitigasi bencana yang secara fisik dilakukan oleh fungsi kementerian/lembaga yang berwenang,” ujarnya.
Kegiatan latihan atau simulasi evakuasi bencana diikuti oleh semua personel BNPB di Graha BNPB Jakarta.
Beberapa jenis latihan yang dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan mencakup antara lain uji sirine atau tanda peringatan dini lain, uji shelter/ tempat evakuasi, dan uji lapang evakuasi mandiri pada lingkungan (sekolah/madrasah aman bencana, pengelola tempat layanan publik, gedung bertingkat dan pemukiman masyarakat). BNPB mengajak pelibatan kelompok berkebutuhan khusus seperti penyandang disabilitas serta kelompok rentan, anak-anak dan lanjut usia.
Sebelum simulasi evakuasi dengan skenario gempabumi, Kepala BNPB Willem Rampangilei meluncurkan portal kebencanaan berbasis teknologi informasi seperti InaSAFE, InAWARE, dan InaMHEWS. Portal tersebut berfungsi antara lain MHEWS untuk prediksi bencana secara akurat dan realtime. InaSAFE untuk membuat skenario jika terjadi bencana dan inaware untuk integrasi data dan informasi agar semua stake holder mempunyai kesamaan pandangan terhadap bencana yg sedang terjadi untuk fungsi koordinasi antar semua pihak. (feb/*)






