MENTAWAI – Tahun 2017 menjadi tahun implementasi tujuh pesan Sikerei untuk menyehatkan nusantara, khususnya di Bumi Sikerei Mentawai. Tujuh Pesan Sikerei digagas untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat untuk mewujudkan keluarga sehat.
Tujuh Pesan Sikerei merupakan akronim masing-masing huruf dari kata Sikerei. Yakni, S : Stop buang air besar sembarangan, I : Istirahat yang cukup, K : Konsumsi garam beryodium, makanan yang beraneka ragam, makan sayur dan buah, E : Enyahkan asap rokok dan kasus gizi buruk, R : Rajinlah berolahraga secara teratur, jauhi narkoba dan hindari seks bebas, E : Eliminasi penyakit kaki gajah dan malaria serta temukan obat sampai sembuh penyakit TB dan I : Ingatkan keluarga untuk menimbang balita setiap bulan, beri ASI saja pada bayi sampai berusia 6 bulan dan persalinan oleh tenaga kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, Lahmuddin Siregar kepada padangmedia.com, (Jumat (27/1) mengatakan, secara statistik Kabupaten Kepulauan Mentawai paling tertinggal dalam segala bidang, baik infrastruktur kesehatan, Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat, akses jalan, maupun ketersediaan Sumber Daya Manusia. Namun, di balik itu, Dinas Kesehatan Mentawai mampu menggagas program untuk dicanangkan sampai ke tingkat nasional.
“Agar program tujuh pesan Sikerei dapat terimplementasi dengan baik, yang paling berperan mengedukasi masyarakat adalah puskesmas dan pos kesehatan yang berada di daerah pelosok Mentawai. Antara puskesmas, posyandu, polindes, organisasi masyarakat dan tim penggerak PKK diharapkan saling membantu dalam mewujudkan keluarga sehat,” ujar Lahmuddin.
Lahmuddin berharap, terobosan untuk membangun kesehatan di Bumi Sikerei itu bisa bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, bukan hanya di Kabupaten Kepulauan Mentawai saja.
Selain itu, upaya lainnya membentuk keluarga sehat di Mentawai adalah dengan adanya gerakan berantas kembali Malaria yng dimulai dengan pembentukan Forum Gebrak Malaria, gerakan terpadu berantas TBC, Gerakan Stop Buang air besar sembarangan yang telah dicanangkan sejak tahun lalu. Gerakan tersebut agar masyarakat dapat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Ada pula gerakan ‘Ayo Sehat di Sekolah’ dengan pembentukan sahabat remaja Mentawai dan generasi berencana serta gerakan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi dan sayang ibu.(ers)






