PADANG – Perhelatan tahunan Festival Siti Nurbaya (FSN) 2016 mengalami kemajuan. Jika tahun sebelumnya hanya melibatkan peserta dari sebelas kecamatan, kali ini juga melibatkan anak-anak muda dari berbagai komunitas. Mereka memperkenalkan Budaya Minang sambil menunjukkan kreatifitas dengan ciri kekinian.
“Festival Siti Nurbaya tahun ini spesifik menampilkan anak muda dengan kreatifitasnya,” ujar Wakil Walikota Padang Emzalmi usai membuka FSN 2016 di Monumen Merpati Perdamaian, Pantai Muaro Lasak Padang, Rabu (7/9) sore.
Dia mengatakan, anak muda yang berkecimpung di FSN 2016 tidak saja diharapkan untuk berkreasi, akan tetapi juga melestarikan budaya Minang melalui teknologi dan informasi terkini sehingga diharapkan budaya Minang dapat terus berkembang di tengah-tengah masyarakat utamanya anak muda.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Burhasman Bur mewakili gubernur menyebutkan iven budaya merupakan identitas suatu daerah. Seperti Festival Siti Nurbaya yang begitu tepat menjadi agenda sekaligus ikon Kota Padang.
“Festival ini kalau terus berlangsung akan menjadi identitas bagi Kota Padang. Ini bagus untuk diteruskan,” tuturnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi menerangkann, FSN 2016 dilaksanakan mulai 7 hingga 10 September mendatang. Sebanyak 24 komunitas anak muda, termasuk KNPI, tampil dengan ragam kegiatan yang dimiliki. Mulai dari komunitas pecinta reptil, kucing, hingga komunitas motor besar.
“Kegiatan ini hampir mirip tahun lalu, tetapi kali ini dititikberatkan kepada anak muda,” terangnya.
Dia menambahkan, anak muda tersebut selain mengikuti rangkaian lomba seperti Malamang, Membuat Teh Telur, Giliang Lado (menggiling cabai), Mangukua Karambia (memarut kelapa), Elo Pukek (menarik pukat) dan lainnya, mereka juga ditantang untuk menulis tentang pariwisata Kota Padang lewat media sosial, blog dan situs.
“Lomba yang diadakan selain budaya dan tradisi yang berkembang sejak lama, termasuk lomba yang lebih kekinian,” ungkap Medi(der)







