
PADANG – Tak jauh dari prakiraan Bank Indonesia, serapan uang kartal selama bulan puasa Ramadhan di Sumatera Bara, Juni hingga Juli 2016 mencapai Rp3,05 triliun. Kantor Perwakilan BI Sumatera Barat sebelumnya memprakirakan kebutuhan uang kartal sebesar Rp3,18 triliun.
“Selama Ramadhan, serapan uang kartal lebih dari Rp3,05 triliun atau hampir Rp3,1 triliun sesuai dengan prakiraan BI,” kata Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sumatera Barat Puji Atmoko usai halal bi halal di KPw BI, Senin (18/7).
Menurutnya, KPw BI Sumatera Barat mencadangkan uang kartal sebesar Rp4,6 triliun. Diantara Uang kartal yang telah disediakan adalah dari Uang Pecahan Kecil (UPK) nominal Rp2 ribu hingga Rp20 ribu sebesar Rp493 miliar atau 16 persen dan sisanya Uang Pecahan Besar (UPB) atau pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu.
“Uang pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu sebagian besar disediakan untuk memenuhi kebutuhan penarikan tunai melalui ATM oleh lembaga perbankan,” ujarnya.
Halal bi halal KPw BI Sumatera Barat digelar dengan mengundang banyak pelaku usaha dan industri jasa keuangan, dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan pejabat dari pemerintah provinsi, beberapa pejabat perwakilan pemerintah kabupaten/ kota serta unsur pimpinan media massa di Sumatera Barat.
Puji Atmoko menerangkan, halal bi halal sekaligus dimaksudkan untuk lebih mengenalkan tugas ke-Bank Sentral-an sehingga Bank Indonesia bisa lebih dikenal lagi di tengah masyarakat. (feb)






