
PADANG – Rencana pembangunan jalur konektifitas Sumatera diyakini akan mampu menggeliatkan berbagai sektor perekonomian, termasuk di bidang kepariwisataan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat diharapkan bergerak cepat dalam merealisasikan rangkaian jalur koneksi terutama untuk penambahan rel kereta api (KA).
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Asnawi Bahar mengatakan, jalur terkoneksi tersebut akan sangat menentukan dalam mengenalkan lebih banyak lagi potensi wisata Sumatera Barat. Menurutnya, promosi saja tidak cukup tanpa didukung dengan infrastruktur yang memadai.
“Promosi telah dilakukan namun tentu saja tidak cukup tanpa adanya dukungan dari infrastruktur transportasi. Selama ini, objek wisata yang bisa dijadikan destinasi hanya bisa dijangkau dengan bus namun jarak tempuh menjadi lebih lama karena kondisi jalan yang belum memadai,” ujarnya, Kamis (23/6).
Asnawi menilai, menghidupkan kembali transportasi kereta api di Sumatera Barat sangat tepat dan akan menjadi pilihan utama transportasi wisata. Waktu tempuh akan semakin cepat ditambah lagi pertimbangan soal biaya yang jelas lebih murah dari moda transportasi lainnya.
“Karena saat ini Pemprov Sumatera Barat bersama kabupaten dan kota tengah membidik kepariwisataan sebagai program unggulan, merupakan pilihan tepat untuk menghidupkan kembali kereta api dan mempercepat proses realisasinya,” tandasnya. (feb)






