
MENTAWAI – Korem 032/Wirabraja Padang menunjuk Komando Distrik Militer (Kodim) 0319 Mentawai sebagai penyelenggara kegiatan Latihan Posko I penanggulangan bencana dalam rangka mematangkan koordinasi Komando antar staf TNI AD. Kegiatan latihan posko penanggulangan bencana dibuka KasilogKorem 032/Wirabraja Padang, Kolonel Sainul Alam, Rabu (1/6).
Sainul Alam menyebutkan, kegiatan posko penanggulangan bencana bertujuan mengantisipasi wilayah Sumbar yang rawan bencana. Aplikasi yang dilaksanakan sekarang merupakan wujud terciptanya koordinasi komando antar staf, ketika ada kejadian bencana alam. Program kegiatan posko I penanggulangan bencana dilakukan setiap tahun, tapi tidak semua Kodim dapat kegiatannya. Karena, antisipasi kebencanaan dilakukan kepada wilayah rawan bencana saja.Latihan penanggulangan bencana, dalam hal ini setiap Kodim yang ditunjuk sebagai pelaksana dilakukan secara bergilir, bukan hanya satu kodim saja.
“Soal bencana bukan hanya gempa dan tsunami saja,” kata Sainul Alam yang berdarah Manado itu.
Latihan posko penanggulangan bencana tersebut, diutamakan kepada staf TNI AD, khususnya Kodim 0319 Mentawai. Pada tahap pelaksanaan ketika terjadi bencana, penunjukan komando sesuai dengan perintah dari Kepala Daerah setempat yang akan menunjuk, ujarnya.
Terbentuknya posko tersebut guna untuk memperlancar ketika terjadi bencana. Sehingga, aparat tidak kewalahan lagi saat terjadi bencana. “Bak pepatah, sedia payung sebelum hujan. Posko inilah sebagai tempat berkoordinasi,” ujarnya.
Sementara, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0319 Mentawai, Letkol. Arh. Fithrizal Setiawan mengatakan, latihan posko I untuk melatih hubungan komunikasi antara Komandan dengan staf. Juga bisa berkoordinasi dengan pihak terkait ketika bencana terjadi.
Latihan Posko I penanggulangan bencana wajib dilakukan dengan koordinasi bersama BPBD Mentawai, Basarnas, Polres Mentawai, PMI, pemerintah setempat dan masyarakat. Kegiatan latihan Posko ini diaplikasikan kepada semua pihak yang terkait ketika terjadi bencana. Karena, daerah Mentawai dalam penelitian merupakan daerah rawan bencana. Karena itu, pemerintah harus lebih membuat persiapan.
Ia berharap, pihak vertikal bisa bekerjasama dalam situasi penanggulangan bencana. Dengan artian, kegiatan bakti sosial kemanusiaan dan fungsi staf TNI AD dapat berjalan sesuai dengan tugas mereka masing-masing dalam menghadapi bencana. (ers)





