SAMOSIR- Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menegaskan komitmen dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Salah satunya dibuktikan melalui penyaluran bantuan sektor lingkungan untuk kelestarian alam di Bukit Sibea-Bea yang berada di kawasan Danau Toba.
Penyaluran bantuan tersebut bekerjasama dengan Yayasan Jadilah Terang Danau Yoba sebagai pihak pengelola Bukit Sibea-Bea. Pertamina Patra Niaga menyalurkan bantuan satu unit kapal pembersih eceng gondok dan 3000 bibit pohon pinus (30/10).
Pjs. Area Manager Comm., Rel & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Silvani Maiyestuhariani mengharapkan, bantuan kapal tersebut dapat membantu kegiatan pembersihan perairan dari eceng gondok secara rutin dan berkelanjutan, untuk kemudian diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman disekitar Bukit Sibea-Bea.
“Pupuk ini kemudian juga digunakan untuk bibit pohon pinus yang diberikan Pertamina kepada Yayasan untuk ditanam disekitar area Bukit Sibea-Bea, demi menjaga kelestarian alam dan penghijauan di sekitar Danau Toba,” ujar Silvani.
Melalui Program TJSL untuk menjaga kelestarian alam dan penghijauan di sekitar Danau Toba, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim.
Senada, Kepala Pengawas Yayasan Jadilah Terang Danau Toba Armend Situmorang menyampaikan komitmen yayasan bersama pemerintah dalam rangka upaya menjaga kelestarian Danau Toba, termasuk di dalamnya Bukit Sibea-Bea.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keberlanjutan pelaksanaan program pelestarian lingkungan, terutama bantuan kapal yang diberikan untuk pembersihan perairan Danau Toba dari eceng gondok, ” katanya.
Melalui kapal yang diberikan, lanjutnya, dapat membersihkan 2 hingga 5 ton eceng gondok untuk kemudian diolah menjadi pupuk bagi tanaman di sekitar kawasan Bukit Sibea-Bea. Tidak memakan waktu lama, dalam kurun waktu 1 bulan, eceng gondong sudah berubah menjadi pupuk dan siap digunakan. Hal ini kemudian juga membantu mengurangi biaya operasional.
Bukit Sibea-Bea saat itu tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata religi, tetapi juga dikunjungi karena keindahan alamnya. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dan Yayasan Jadilah Terang Danau Toba memiliki komitmen yang sama dalam sektor lingkungan yang kemudian diimplementasikan melalui kegiatan pemanfataan kapal untuk pembersih eceng gondok di kawasan Danau Toba dan juga penanaman pohon pinus di sekitar area Bukit Sibea-Bea.
Camat Harian, Hartopo MH Manik mengapresiasi program dan penyaluran bantuan yang telah dilaksanakan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bekerjasama dengan Yayasan Jadilah Terang Danau Toba sebagai pihak pengelola Bukit Sibea-Bea.
“Kami sangat berterimakasih atas perhatian yang diberikan Pertamina. Kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan bentuk kepedulian nyata untuk melestarikan lingkungan, sekaligus upaya menjaga keindahan Danau Toba sebagai salah satu kebanggaan masyarakat Sumatera Utara. Program ini sangat membantu kami, khususnya masyarakat Kecamatan Harian. Mulai dari mendukung pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon hingga menjadi sarana pendukung dalam menjaga kebersihan dan keindahan Danau Toba,” ujar Hartopo. F







