Muhidi: Sekolah Harus Jadi Ruang Aman Agar Anak Tumbuh Percaya Diri
  • Home
  • Berita
  • Muhidi: Sekolah Harus Jadi Ruang Aman Agar Anak Tumbuh Percaya Diri

Muhidi: Sekolah Harus Jadi Ruang Aman Agar Anak Tumbuh Percaya Diri

Muhidi Sekolah Ramah Anak Copy

PADANG — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Muhidi menekankan, untuk memberikan lingkungan tempat anak tumbuh dengan percaya diri dalam membangun karakter harus menciptakan sekolah sebagai ruang yang aman. Dengan rasa aman, anak-anak akan mampu mengembangkan kemampuan tanpa ada rasa tertekan.

Hal itu ditegaskan Muhidi saat membuka pelathian konvensi anak dalam rangka mewujudkan sekolah ramah anak melalui pemenuhan dan perlindungan hak anak di Padang, Rabu (9/9/2026). Muhidi menegaskan, lingkungan sekolah yang aman akan membuat anak merasa terlindungi sehingga mampu berkreasi tanpa tekanan atau intimidasi.

“Sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak, agar anak merasa terlindungi dalam berkreasi dan berekspresi. Lingkungan yang aman dibutuhkan oleh anak-anak untuk menyerap pendidikan secara baik dan percaya diri sehingga terbentuk karakter yang cerdas, berkualitas, dan berakhlak mulia,” kata Muhidi.

Ia menambahkan, upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak-anak membutuhkan dukungan dari semua pihak. Tidak saja dari orang tua dan sekolah, namun juga dari masyarakat dan pemerintah.

Muhidi menekankan, anak-anak adalah investasi masa depan bangsa. Untuk itu, tumbuh kembang anak secara intelektual dan spiritual harus menjadi prioritas. Perhatian terhadap anak tidak boleh berhenti pada upaya mencegah kekerasan atau memenuhi hak-haknya, tetapi juga harus diarahkan untuk mengembangkan potensi bakat dan minat yang dimiliki.

“Jangan hanya terhenti kepada sekadar memberikan perlindungan namun juga harus memperhatikan kebutuhannya dalam mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga tercipta generasi yang unggul dan berkualitas di masa depan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menanamkan dasar-dasar keagamaan dan moral sejak dini sebagai dasar bagi anak dalam bersikap dan menentukan langkah yang diambil untuk masa depan mereka. Dasar keagamaan dan moral yang kuat akan menentukan keberhasilan pembentukan karakter anak yang jujur dan bertanggung jawab di masa depan.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumatera Barat, Herlin Srihendini mengatakan, pelatihan tersebut menjadi langkah penting untuk menyatukan pemahaman seluruh pihak mengenai pemenuhan hak anak.

Menurutnya, anak-anak memiliki hak yang harus dipenuhi dan dilindungi bersama. Sekolah menjadi salah satu lingkungan penting karena sebagian besar waktu anak dihabiskan dalam proses pendidikan.

Ia mengatakan berbagai persoalan yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak, termasuk perundungan dan kekerasan, harus menjadi perhatian bersama. Upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan orang…tua, pemerintah dan masyarakat.

“Sekolah ramah anak harus kita wujudkan secara bersama-sama. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah,” katanya. F

Berita Terkait

Leave a Reply